Jambret Anak-Anak, Residivis di Jombang Diringkus Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku jambret spesialis anak-anak di Jombang. SP/ M. Yusuf
Pelaku jambret spesialis anak-anak di Jombang. SP/ M. Yusuf

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Spesialis jambret anak-anak di Jombang, Jawa Timur, diringkus polisi. Pelaku jambret ternyata merupakan seorang residivis kasus togel.

Pelaku yakni Saharudin (28), warga Dusun Ngemplak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Saharudin diringkus polisi pada Senin, (19/10/2020) kemarin lusa.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Cristian Kosasih menjelaskan, penangkapan pelaku bermula adanya laporan dari beberapa korban yang menjadi sasaran aksinya.

"Sahrudin ini seorang jambret yang beraksi dan menyasar anak-anak berusia dibawah 10 tahun yang membawa handphone. Pemeriksaan masih terus dilakukan," jelasnya, Kamis (21/10/2020).

Cristian memaparkan, pelaku dalam menjalankan aksinya termasuk unik, yaitu biasa menggunakan modus berkeliling kampung dan mencari sasaran di tempat yang sepi. Kemudian berpura-pura jadi orang yang tersesat.

“Modusnya dia tanya tempat. Kalau sudah dekat sama si anak ini, hpnya lalu direbut. Bahkan ia tak segan melakukan kekerasan pada korbannya saat mendapat perlawanan," paparnya.

Pelaku tak segan menampar hingga memukul korban jika upaya penjambretannya tak mulus. Dari pemeriksaan yang dilakukan, sudah ada tiga lokasi yang dijadikan sasaran aksinya.

“Satu di Kecamatan Peterongan. Dua terakhir sampai akhirnya tertangkap, TKP berada di Kecamatan Mojowarno. Ia juga mengaku pernah dipenjara dalam kasus togel,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan yaitu, tiga buah handphone hasil curian yang belum sempat dijual dan sebuah sepeda motor Honda Scoopy warna merah sebagai sarana aksinya.

Pelaku kini pun harus kembali merasakan pengapnya kamar dibalik jeruji besi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas).

"Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” pungkasnya.(suf)

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…