76 Persen Responden, Menilai Tokoh FPI Berpolitik Berkedok Agama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polling SP
Polling SP

i

 

Polling SP

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sejak akhir Desember 2020, Pemerintah  telah resmi memutuskan untuk menghentikan kegiatan sekaligus membubarkan organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam atau FPI.  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, 30 Desember 2020 lalu. Aksi pelarangan atau pembubaran kegiatan FPI ini menuai sorotan dari masyarakat.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar jajak pendapat atau polling kepada masyarakat dan anak milenial dengan beberapa pertanyaan terkait tanggapan mereka tentang aksi pembubaran kegiatan FPI ini. Jajak pendapat ini dilakukan sejak Sabtu (2/1/2021) hingga Minggu (3/1/2021) mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB.

Dengan koresponden rentang usia 18 tahun sampai 30 tahun dengan background pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, dan wiraswasta, orang tua dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo, Gresik. Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook, Twitter  dan Instagram.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 170 responden. Hasilnya, (lihat grafis di halaman 1), beberapa responden setuju dengan pelarangan ormas FPI di Indonesia.

Terlihat dari beberapa pertanyaan, “1) Menurut Anda, FPI ini Ormas keagamaan seperti apa?”, dari dua pertanyaan yang tersebar, responden yang memilih jawaban A sebanyak 24  persen dan yang memilih jawaban B sebanyak 76 persen.

Untuk pertanyaan kedua,  “Menurut Pemerintah, FPI dinilai ormas keagamaan yang intoleransi. Setujukah Anda?”. Sebanyak 44 persen responden memilih jawaban A dan 56 persen memilih jawaban B.

Untuk pertanyaan ketiga, “Bila aktivitas FPI tidak dilarang oleh pemerintah, Menurut Anda bagaimana aktivitas FPI selama ini?”. Hasilnya, responden memilih jawaban A sebanyak 74 persen dan B sebanyak 26 persen. Sementara pertanyaan keempat “Indonesia, adalah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Lalu perlukah adanya FPI di Indonesia?”, diperoleh 29  persen memilih A dan 71  persen memilih B.

 

Berikut berbagai alasan dan tanggapan dari masyarakat terkait aksi pembubaran kegiatan FPI  di seluruh wilayah hukum di Indonesia yang dihimpun oleh Tim Litbang Surabaya Pagi.

Warga Wonokusumo Lor bernama Nadya Safitri mengatakan bahwa FPI adalah ormas yang fungsinya tidak dibutukan oleh NKRI. ” FPI itu kan Front Pembela Islam. Nah jadi ngga usah pakai gitu”an. Jadi kalau ada yang mencoreng agama Islam, semua masyarakat yang beragama Islam bakal maju meski tanpa adanya forum-forum seperti itu,” ujarnya saat diwawancarai secara langsung via WhatAps, Minggu (03/01/2021).

Hal senada juga juga direspon oleh akun @kenfurisoniaoct, ia juga setuju atas pembubaran ormas FPI di Indonesia. “Gak perlu menurutku, buat apa gitu loh.  Agama lain ada ta kyk gini?  tujuan nya saja simpang siur gitu , beda lagi kalo di Syriah, Palestina itu baru namanya berjuang mati2an atau kalo kata orang disebut Jihad. Lah wong di Indonesia gak ada apa² kok. Malah ormasnya sendiri yang bikin rusuh” tulisnya.

Pendapat yang sama juga ditulis akun instagram @kenfurisoniaoct, akun @sihdirosa, yang setuju kalau FPI dibubarkan “Buat apa ada FPI kalau ujung”nya malah bikin rusuh terus” tulisnya.

“Sudah bener kalau dibubarkan dan dilarang, Khas FPI... melawan aparat, melecehkan TNI, POLRI dan pemerintah. Sama aparat saja ga ada rasa hormat nya, gimana sama MINORITAS” tulis @nicolaslkh di media sosial Twitter.

Salah satu akun instagram @rdwianggita menuliskan “Terlalu fanatik untuk sebuah agama. Tidak sesuai dengan pancasila suka mengkafirkan orang “ tulisnya di DM Polling Tim Litbang, Minggu (3/1/2021).

Sedangkan ada masyarakat yang mengaku bahwa pembubaran FPI ini yang bermasalah bukan pada ormasnya namun ada pada ditiap individunya yang tidak beres.

Seperti yang dituliskan oleh akun @ndyasafitri. “Karena oknum“ yang mengataskan namakan FPI inilah yang mengharuskan FPI bubar. Oknum yang gak beres ini malah memanfaatkan ormasnya demi kepentingan diri sendiri.”

Akun @mbahevank Juga menyatakan kesetujuannya dengan  menuliskan “ Pembubaran FPI oleh pemerintah sudah tepat. Karena rata- rata pentolanya tidak sepaham dengan NKRI, Jika pentolan ini hilang, FPI tetap ada sebenernya tidak masalah“ tulisnya. Litbang SP/ana/cr2/rmc

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…