SURABAYAPAGI, Sidoarjo - Memang lumrah, banjir yang terjadi setiap tahunnya di musim hujan ternyata meninggalkan bekas luka di hati warga sekitar. Terlebih lagi, kerusakan jalan yang terbilang cukup parah sampai memakan korban. Kamis (07/01/2020)
Kawasan industri yang sejatinya sebagai jalur berbagai macam kendaraan, dari kendaraan kecil hingga kendaraan bermuatan besar ternyata masih jauh dari kata aman. Tidak sedikit warga yang harus menjadi korban di kawasan ini.
"Saya bertahun-tahun mas jualan disini, tepat di lubang sebelah situ (menunjuk lubang di jalanan) sering banget ada kecelakaan. Terutama perempuan," ujar pemilik toko kelontong di kawasan industri, Jl. Brigjend Katamso, Waru, Sidoarjo.
Menurut kesaksiannya, kecelakaan tidak hanya terjadi pada pengendara roda dua. "Ga cuma motor mas, sekitar dua minggu yang lalu ada truk yang ngguling disitu. Sempat macet panjang karena tidak ada yang mampu untuk membantu, paparnya.
Ditengah banjir yang melanda, lubang jalan selalu tertutup oleh dalamnya genangan air. Dari situlah peristiwa kecelakaan semakin meningkat.
Ada yang perlu di apresiasi pada peristiwa hujan hingga menyebabkan banjir yang terjadi dari siang hingga sore hari. Bukan pemerintah kabupaten Sidoarjo, melainkan warga sekitar yang dengan ikhlas menutup lubang meski tidak dapat anggaran.
"Saya menutup dua lubang ini karena kesadaran mas. Saya gak tega kalau harus sering melihat orang kecelakaan di depan mata saya mas," ungkapnya dengan mengusap wajah yang terguyur derasnya air hujan.
Harusnya ini menjadi suatu pukulan bagi Pemkab Sidoarjo. Tidak sedikit harapan-harapan warga agar dibenahinya kenyamanan jalan untuk kepentingan masyarakat.
"Tolong mas disampaikan ke pemerintah, kita rakyat kecil juga perlu diperhatikan. Sekali lagi tolong ya mas. Kita juga akan bantu jika memang diadakan kerja bakti oleh pemerintah," ujarnya penuh harapan.
Selain itu, masih ada keresahan yang perlu didengar oleh Pemkab Sidoarjo. Terkait sepinya bidang usaha yang terdampak banjir meskipun hujan sudah reda. "Warung saya jelas sepi mas. Gimana ga sepi, meskipun hujannya reda, banjirnya baru reda besoknya. Kalau besoknya hujan lagi, ya otomatis banjir lagi," ungkap pemilik warung di Jl. Brigjend Katamso.
Masyarakat sekitar sangat berharap ada pihak dari Pemkab Sidoarjo yang melakukan blusukan di daerah Jl. Brigjend Katamso. Dengan demikian, pihaknya bisa secara langsung melihat situasi serta mendengarkan keluh kesah yang dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. mbi
Editor : Mariana Setiawati