Waspada! Vaksin Sinovac, Tingkat Kemanjurannya Hanya 65,3%

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemeriksaan pasien Covid-19 di posko Screening Point RS Premier, Surabaya, Senin (11/1/2021). SP/Patrick
Pemeriksaan pasien Covid-19 di posko Screening Point RS Premier, Surabaya, Senin (11/1/2021). SP/Patrick

i

 

BPOM akan Evaluasi lagi Vaksin Sinovac 6 Bulan Kemudian

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, heran dengan keputusan pemerintah yang menggunakan vaksin buatan Sinovac untuk nakes ( tenaga kesehatan) dan masyarakat.

Lebih-lebih, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin Sinovac di Indonesia hanya 65,3 persen.

Itu berdasarkan hasil uji klinis fase 1 dan 2 di Tiongkok. Dan dilanjutkan hasil uji klinis di Bandung dan hasil interim, menunjukkan Effikasi vaksin Sinovac yang dibeli Pemerintah ternyata hanya 65,3%.

“Ini hasil uji klinis yang diumumkan oleh BPOM hari ini. Artinya, ada 34,7% kemungkinan setelah divaksinasi kita akan tertular juga,” kata Mallarangeng dikutip dari akun Instagramnya, Senin (11/1/2021).

Politikus Partai Demokrat membandingkan vaksin buatan negeri Tiongkok itu dengan vaksin lainnya. Seperti Pfizer-Biontech (Jerman) dan Moderna (Amerika Serikat).

“Bandingkan dengan vaksin Pfizer-Biontech yang effikasinya 95%, atau Moderna yang effikasinya 94%. Pertanyaannya adalah: Apakah kita harus divaksin dengan vaksin yang effikasinya serendah itu?” tanya Mallarangeng.

 

BPOM Terbitkan Izin

Sebelumnya, BPOM sudah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada Senin (11/1/2021). Sehingga vaksinasi untuk melawan Covid-19 akan segera bisa dilaksanakan.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minimal batas kemanjuran yakni 50 persen.

Menurut Penny, hasil evaluasi terhadap data dukung keamanan vaksin dengan nama CoronaVac yang diperoleh dari Turki, Brasil dan Indonesia setelah 3 bulan uji klinis fase 3 dan laporan interim tim riset Universitas Padjajaran, vaksin CoronaVac disebut aman dengan kejadian efek samping ringan hingga sedang. Ringan seperti nyeri pembengkakan di lokasi suntikan, nyeri otot dan demam. Dengan derajat berat, diare hanya 0,1 persen.

“Efek samping itu tak berbahaya dan dapat pulih kembali,” tegasnya dalam konferensi pers virtual, Senin.

 

BPOM Tetap Uji Klinik

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, mengatakan perhitungan angka efikasi 65,3% didapatkan dari 25 kasus terinfeksi.

"Untuk penghitungan efficacy rate dari uji klinis di Bandung dengan subjek 1.600, dengan interim analisis sesuai dengan penghitungan statistik kita menargetkan 25 kasus terinfeksi. Jadi angka 65,3 persen itu dari 25 kasus terinfeksi," jelas Rizka dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021).

Rizka juga mengungkapkan, BPOM masih akan tetap melanjutkan uji klinis ini dan memantau selama 6 bulan. Jika selama 6 bulan itu BPOM mendapat kasus infeksi lagi, tingkat efikasi vaksin yang ada akan direvisi. n bid/erc/cr2/rmc

Berita Terbaru

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, mengungkap adanya perintah dari Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, untuk memberikan p…

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Komisi A DPRD Jawa Timur meminta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita dengan anggaran Rp4,5 miliar tidak c…

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas bermain, bergerak, dan …

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih fleksibel agar dapat…

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…