SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Selasa 17 Maret 2026 (dini hari 01.45), warga desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar di kejutkan suarakan ledakan dari sebuah Mushola Aruubba, sehingga kondisi Mushola berantakan, utamanya plafonnya, setelah warga mendatangi tkp, di dapati bau misiu petasan dan asap masih mengepul, dan yang lebih mengejutkan ada 3 orang terkapar di seputaran ledakan dngn kondisi memprihatinkan, selanjutnya warga mengevakuasi korban dan melaporkan ke Polsek Udanawu.
Dalam keterangan beberapa warga di tkp, ledakan terjadi sampai empat kali dngn keras, kejadian Selasa dini hari tersebut di dapati ada dua orang terkapar dngn berdarah darah, bahkan menempel pada tembok Mushola, sedang kondisi plafon mushola bagian belakang berantakan, melihat dua korban warga segera mengevakuasi ke Rumah Sakit terdekat.
Atas kejadian dan laporan masarakat Kapolsek Udanawu AKP Achmad Rokhan SH bersama anggotanya datangi tkp, setelah dilakukan olah tkp dan koordinasi dengan Reskrim Polres Blitar Kota, di dapati dua korban laki laki, dan di ketahui identitasnya yakni, MAP 16 dan MZAF 19 keduanya warga Desa Jambean Kec.Ringinrejo Kab.Kediri, kini keduanya di rawat di RS di Kec.Srengat karena keduanya alami luka parah.
"Setelah kami menerima laporan langsung datangi tkp, dan betul ada dua korban yang langsung kita larikan ke Rumah sakit, untuk penyelidikan atas kejadian tersebut kita koordinasi dngn unit Identifikasi dan Sat.Reskrim Polres Blitar Kota." Kata AKP Rokhani, sambil menyesalkan kejadian tersebut..
Dalam peristiwa itu pihak Polisi belum bisa minta keterangan ke dua korban mengingat kondisi korban, sekaligus nlmenyita beberapa peralatan asal usul ledakan petasan, berupa beberapa selongsong petasan berdua meter 4 dan 8 Cm, sebuah obeng serta beberapa gulungan kertas yang di duga untuk petasan.
" Kita masih lakukan pemeriksaan saksi saksi, termasuk keluarga korban atas keberadaan korban berada di Mushola." Pungkas mantan Kasat Lantas Polres Nganjuk ini.Les
Editor : Redaksi