Operasi Yustisi di Perak Timur, Petugas Jaring 6 Pelanggar Prokes

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Petugas saat menjaring pengendara yang tidak memakai masker. SP/SAMMY MANTOLAS
Caption: Petugas saat menjaring pengendara yang tidak memakai masker. SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Kepolisian Sektor (Polsek) Pabean bersama tiga pilar melakukan operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di kelurahan Perak Timur, Selasa (26/01/2021).

Adapun titik yang menjadi lokasi operasi adalah di jalan Kalimas Baru. Dari pantauan wartawan Surabaya Pagi di lapangan, terlihat beberapa pengendara yang abai dengan prokes khususnya memakai masker.

Kurang lebih sekitar 6 pengendara baik roda dua dan roda empat yang dijaring oleh petugas.

"Ya mereka ini tentu akan diberikan sanksi administrasi sesuai dengan aturan dalam perwal," kata Perwira Pengawas (Pawas) Operasi Yustisi, AKP Sarsa BR.

Sanksi administrasi sendiri, telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor: 67 Tahun 2020. Dalam Pasal 38 disebutkan sanksi administrasi diberikan bagi pelanggar protokol kesehatan berupa denda baik kepada perorangan maupun badan usaha.

Lebih lanjut dalam pasal tersebut menjelaskan pelanggar prokes dapat dikenakan denda administratif dengan tarif Rp.150 ribu untuk perorangan dan Rp.500 ribu hingga Rp.25 Juta untuk pelaku usaha. 

"Untuk badan usaha sanksi juga bisa mengarah pada pencabutan izin usaha," kata pria yang juga adalah Kanit Intel Polsek Pabean.

Operasi Yustisi di wilayah Pabean sendiri kata AKP Sarsa, secara rutin dilakukan di lima kelurahan setiap harinya. Operasi rutin tersebut dilakukan sehari dua kali yakni pagi dan malam.

"Berdasarkan jadwal, besok akan ada operasi yustisi lagi di Perak Utara," terangnya.

Sementara itu, Lurah Perak Timur Agus Listya menyebutkan operasi yustisi di wilayahnya merupakan tindakan preventif dalam memutus mata rantai covid-19.

"Ini kan yang dirazia warga yang tidak memakai masker, jadi dari petugas kita tegur untuk menaati protokol kesehatan yang ada" kata Agus Listya.

Operasi Yustisi di wilayah Perak Timur lanjutnya, dilakukan dua kali sehari. Operasi pagi dilakukan untuk para pengendara dan perorangan sementara malam adalah rasia tempat usaha.

"Jadi malam itu kita rasia ke tempat makan, warung dan badan usaha lainnya yang ada di Perak Timur," ucapnya.

Kepada masyarakat yang masih belum sadar akan prokes, Agus menghimbau agar selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Karena prokes itu senjata kita dalam melawan covid-19. Jadi kalau tidak diterapkan dengan baik, bisa kalah perang kita," katanya.sem

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…