Takut Kehilangan Tiket, Penumpang Rela Tidur di Pelabuhan Perak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para penumpang rela tidur di pelabuhan karena takut ketinggalan kapal. SP/SAMMY MANTOLAS
Para penumpang rela tidur di pelabuhan karena takut ketinggalan kapal. SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Adanya pemberlakuan antigen sebagai syarat perjalanan transportasi laut, membuat para penumpang semakin was-was.

 Kewaspadaan penumpang ini terjadi akibat harga antigen yang terbilang lebih mahal dibanding harga tiket kapal laut.

Tiket pelabuhan ke Lembar Lombok dari Pelabuhan Tanjung Perak misalnya, hanya seharga Rp 97 ribu. Sementara antigen rerata di angka Rp 200 ribu hingga Rp300 ribu.

Tak ingin kehilangan sejumlah uang yang telah dibayarkan tersebut, para penumpang rela untuk tidur bahkan bermalam di pelabuhan Tanjung Perak.

 Mustofa salah satu penumpang Tujuan Pelabuhan Lembar Lombok mengaku, dirinya telah tidur di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) sejak Minggu (28/02/2021) malam kemarin. 

"Sama keluarga ada 5 orang, semalam tiba disini jam 8. Kita dari Lamongan. Ya tidur di sini," kata Mustofa kepada Surabaya Pagi, Senin (01/03/2021). 

Alasan Mustofa datang lebih awal karena takut bila ia ketinggalan kapal. "Sudah bayar mahal mas, apalagi yang swab kemarin ada 3 orang. Kalau ketinggalan kapal harus swab lagi, sudah gak punya uang mas," ucapnya

 Walau keberangkatan Mustofa bersama keluarga dijadwalkan pada pukul 17:00 WIB hari ini, dirinya memilih untuk datang lebih awal dan menunggu di pelabuhan. 

"Kalau hilang cuma 100 atau 200 gak masalah, ini uangnya jutaan mas," tambahnya

 Naga-naganya, apa yang dirasakan Mustofa juga dialami oleh penumpang lain. Fakhri penumpang dengan tujuan Palembang juga mengaku serupa. 

Kepada Surabaya Pagi ia menjelaskan, akan berangkat pada pukul 16:25 sesuai dengan tiket yang dipesannya secara online. 

"Subuh tadi sekitar jam 4 sudah di sini," katanya seraya menambahkan "Berangkat dari Malang tadi sama travel. Sampai di sini ya istirahat di pelabuhan"  

Dari pantauan wartawan Surabaya Pagi di lapangan, terlihat beberapa penumpang yang bahkan menggelar tikar dan tidur bersama keluarganya di lantai.  

Sementara itu salah satu petugas pelabuhan Tanjung perak yang tak ingin menyebutkan namanya menjelaskan, pemandangan penumpang yang bermalam bahkan tidur di pelabuhan sudah menjadi hal yang lumrah. 

Bahkan sebelum ada covid-19, penumpang yang tidur dengan menggelar tikar bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. 

"Sudah biasa begitu mas, malah dulu sebelum corona itu kayak ikan pindang yang lagi berjemur," kata salah satu petugas sembari melepas tawa.sem

Berita Terbaru

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Dinas Kesehatan,…