Dewan Desak Limbah Debu di Kawasan SIER Segera Diusut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Rungkut Kidul hearing dengan Komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (1/3). SP/ALQ
Warga Rungkut Kidul hearing dengan Komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (1/3). SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Warga Rungkut Kidul kurang puas dengan hasil kesepakatan awal hearing yang digelar di Komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (1/3). Dalam hal ini dari 6 perusahan yang diduga kuat yang mana menghasilkan limbah debu (batubara) di permukiman Rungkut Kidul belum jelas.

Ketua RW 5 Rungkut Kidul Imam Asmuni menyampaikan, pertemuan hearing kali ini yang rencananya menghadirkan 6 perusahaan tapi yang hadir hanya satu perusahan saja (PT Smart).

 "Karena hasilnya masih belum jelas, Komisi A berjanji akan menghadirkan 6 perusahaan di hearing kedua berikutnya," kata Asmuni usai hearing kepada awak media.  

Asmuni menjelaskan, bahwa warga Rungkut Kidul awam dengan aturan-aturan hukum yang ada. Namun, kenyataannya warga yang selama ini merasakan dampak limbah debu sejak 6 bulan yang lalu. 

"entah itu hasil lab seperti apa warga tidak mau tahu, yang kasat mata sudah kelihatan. Inginnya warga mulai hari ini sudah tidak ada polusi debu limbah pabrik yang masuk ke pemukiman Rungkut Kidul. Kami minta penanggung jawab kawasan dan pabrik-pabrik pembuang limbah debu harus meminta maaf ke warga Rungkut Kidul," tegas Asmuni. 

Asmuni berharap kepada pengawas kawasan SIER agar segera mencari dan temukan pabrik sumber polusi limbah debu tersebut. 

"Atas pencemaran polusi debu ini, warga terdampak Rungkut Kidul meminta ganti rugi, cek kesehatan, pembagian masker dan kegiatan sosial dalam masa pemulihan lingkungan yang tercemari oleh limbah debu," ungkapnya.

 Anggota Komisi A, Arif Fathoni mengatakan, bahwa PT Smart dan PT SIER telah mengungkapkan fakta-fakta terkait sedekah debu yang diberikan pabrik di kawasan SIER terhadap warga Rungkut Kidul 6 bulan terakhir. 

"Yang paling penting didahulukan pemulihan-pemulihan pasca polusi udara itu diberikan," ucap Fathoni. 

Lanjutnya, karena proses siapa badan hukum yang paling bertanggungjawab masih menunggu Satgas Gakkum KLHK akan melakukan investigasi terhadap pencemaran polusi udara berdampak warga Rungkut Kidul.

 "Kita dorong untuk mengetahui seberapa dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap PT SIER bekerjasama dengan badan hukum yang diduga pencemaran udara dari hasil lab yang dilakukan oleh PT SIER," tegasnya.

Selain itu, Fathoni, meminta kepada PT SIER untuk melakukan pemeriksaan kesehatan warga Rungkut Kidul secara gratis. 

"Sangat efektif, tujuannya untuk mengukur apakah limbah debu seberapa besar mengganggu sektor kesehatan masyarakat," imbuhnya. 

Lebih jauh, menurut politisi Golkar Surabaya ini, bahwa PT Smart telah komitmen merubah dari awalnya memakai bahan bakar batubara sebagai alat produksi diubah menjadi gas.

 "Tentu kita akan kawal dan melakukan pengawasan secara bersamaan. Apakah pasca perubahan bahan bahan baku produksi, limbah debu atau polusi udara masih terjadi di kawasan industri tersebut," tandasnya. 

Diduga ada 6 perusahaan penghasil limbah debu, namun PT SIER terkesan tertutup. Kepala divisi PT SIER Teguh Rudi Siswanto menyampaikan tidak bisa menyebut nama-nama perusahaan tersebut. 

"Mereka (perusahaan, red) juga menjadi korban semua. Jadi kami tidak bisa menentukan pabriknya di situ (penghasil limbah debu)," ujarnya. 

Disinggung soal hasil Lab dari ITS Surabaya, lanjutnya, bahwa hasil lab dari ITS Surabaya itu sifatnya adalah rahasia. 

"Intinya, kami tidak membuka nama-nama pabrik tanpa persetujuan dari pihak bersangkutan. Intinya kita akan mencari solusi terbaik dan tidak mencari siapa yang disalahkan," pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 2.150 Peserta

Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 2.150 Peserta

Rabu, 28 Okt 2026 13:10 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Parade Surabaya Juang 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melibatkan 2.150 peserta dari berbagai unsur seperti…

Kedapatan Jadi Mandor Proyek di Ngawi, Dua WNA Tiongkok Dideportasi

Kedapatan Jadi Mandor Proyek di Ngawi, Dua WNA Tiongkok Dideportasi

Rabu, 28 Okt 2026 13:08 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial JL dan JZ dideportasi setelah kedapatan menjadi mandor proyek pembangunan di K…

Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 13:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo masuk dalam 10 BAZNAS kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur atas…

Pemkab Magetan Kucurkan Rp3,8 Miliar Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Pemkab Magetan Kucurkan Rp3,8 Miliar Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Rabu, 28 Okt 2026 12:59 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam mengurangi risiko banjir saat musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, mengalokasikan anggaran Rp3,8…

Harga Pangan di Pasar Wonokromo Relatif Stabil, BHS Soroti Ayam Rp35.000 per Kilogram

Harga Pangan di Pasar Wonokromo Relatif Stabil, BHS Soroti Ayam Rp35.000 per Kilogram

Rabu, 28 Okt 2026 12:57 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono menyoroti tingginya harga ayam di Pasar Wonokromo, Surabaya, meski sejumlah k…

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA

Rabu, 28 Okt 2026 12:50 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai upaya dalam memastikan pelayanan keselamatan ibu selama kehamilan dan persalinan serta kesehatan bayi berjalan optimal, Dinas…