Status Tak Jelas, STKW Geruduk Gedung Grahadi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Massa dari mahasiswa STKW menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (8/4). SP/Mahbub Fikri
Massa dari mahasiswa STKW menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (8/4). SP/Mahbub Fikri

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ratusan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), menggeruduk Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (8/4). Dari pantauan di lokasi, massa  menggelar demo sejak pukul 12.30 WIB.

Tujuan dari ratusan pemuda beralmamater coklat muda mendatangi secara beramai ramai ke gedung Grahadi untuk menanyakan status masa depan para mahasiswa sekaligus universitas mereka.

Pasalnya  semenjak diserahkan kepada pihak Provinsi ditangani oleh Dinas Pariwisata dan UPT yang lain, status STKW kini mengambang yang awalnya kampus swasta menjadi negeri, namun juga belum ada kejelasan.

Artinya semenjak 10 tahun hilang, dalam artian hukum ialah sarana dan prasarana baik SDM dan perlengkapan lainnya dikuasai oleh Provinsi.

Tentu saja hal ini seolah olah membuat mahasiswa STKW tidak memiliki hak sedikitpun, hingga akhirnya ratusan mahasiswa ini mendatangi Gedung Grahadi.

Selan itu mereka meminta Gubernur Jatim membubarkan Yayasan Perguruan Tinggi Wilwatikta Surabaya (YPT-WS) yang di dalamnya diisi oleh oknum PNS Pemprov Jatim. 

Beberapa di antara mereka membawa spanduk berisi tuntutan mereka. Dalam aksinya para mahasiswa juga melakukan teatrikal. Yakni soal hak mereka untuk menuntut ilmu yang seolah-olah dihilangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim.

Korlap aksi, Mufi Mubarok mengatakan, kampus STKW sedang terkatung-katung. Bahkan, sejak 10 tahun dipegang Pemprov jatim dalam hal ini Disbudpar, kondisi kampus justru semakin tidak jelas.

"Kita ingin kampus kami punya status yang legal seperti dulu. Dengan manajemen yang bagus. Dulu sebelum 2011, kampus sempat kolaps, kemudian pihak yayasan menyerahkan ke Pemprov karena kami kampus satu-satunya seni di Indonesia Timur, dan diterima Gubernur Pakdhe Karwo dulu," ujarnya di lokasi.

"Dari provinsi menugaskan Disbudpar dan membentuk struktur UPT. Manajemen itu lambat laun dikuasai oleh dinas (Disbudpar) itu. Termasuk yayasan kami yang notabene 50 persen diisi PNS, ASN Disbudpar termasuk Pemprov. Akhirnya manajemen tidak berjalan seperti visi misi. Sepuluh tahun ditangani UPT, kampus kami statusnya hilang. Artinya sejak 8 Mei 2020, terjadi pemutusan oleh Gubernur, Pemprov Jatim melalui Biro Hukum. Secara hukum, STKW sekarang gak ada. Asetnya otomatis (masuk) di Pemprov. Dimiliki Pemprov melalui UPT STKW di Disbudpar," sambungnya.

Mufi juga menjelaskan, saat ini Kampus STKW kehilangan tempatnya, dan nasibnya terkatung-katung. Di mana, tersisa dosen dan mahasiswa. Padahal, dulu Pemprov Jatim menjanjikan STKW akan menjadi kampus negeri. Namun, manajemen yang tidak jelas membuat aktivitas kampus berhenti total.

"Kesejahteraan gak jelas, manajemen gak jelas. Karena lebih banyak Program UPT Disbupdar yang diprioritaskan, bukan program akademik. Itu yang kami perjuangkan, agar manajemen dikelola civitas, dan bisa hidup kembali," imbuhnya.

Ia menambahkan, ada lima tuntutan dalam demo kali ini. Pertama, meminta pertanggungjawaban kepada Disbudpar beserta kroni dalam keterlibatan penyerahan STKW kepada Pemprov.

Kedua, civitas kampus meminta untuk membubarkan yayasan STKW saat ini yakni Yayasan Perguruan Tinggi Wilwatikta Surabaya (YPT-WS) yang di dalamnya diisi oleh oknum-oknum ASN Pemprov Jatim.

Ketiga, meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menindak tegas ASN yang terlibat dalam struktur manajemen UPT yang menaungi STKW. Keempat, meminta untuk membubarkan pendudukan UPT Dinas Pariwisata di Kampus STKW Surabaya. Kelima, mengembalikan hak-hak mahasiswa pendidikan dengan baik di STKW untuk bisa menuntut ilmu kembali.

"Kami mohon Bu Gubernur menindak tegas ASN yang terlibat dalam pembiasan kampus kami. Kami harap Bu Gubernur bisa dengar, merasa memiliki kampus STKW, satu-satunya kampus kesenian di Jatim, yang malah ditelantarkan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Genteng Kompol Kennedy menjelaskan bahwa untuk pengamanan demo adalah mengantisipasi agar tidak terjadi kericuhan.

"Dalam hal ini kami tetap menyampaikan, agar para pendemo tetap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, jangan sampai setelah dari sini mahasiswa malah sakit," ujar Kapolsek.

Sampai berita ini diturunkan, situasi demo di depan Gedung Grahadi tetap berjalan aman dan kondusif. fm

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …