Eksis Kembangkan Batik Kontemporer Lebih Fresh dan Variatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sothys Dwi Budiarti dengan karya batik kontemporer kreasinya. SP/ MJK
Sothys Dwi Budiarti dengan karya batik kontemporer kreasinya. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Batik kontemporer dinilai lebih fresh dan bervariasi ketimbang batik klasik, selain itu kelebihan batik ini dirasa lebih bebas untuk dieksplor. Mulai dari segi warna, motif, hingga desain busananya. Sebab batik klasik memiliki pakemnya sendiri.

Batik kontemporer yang juga disebut batik pesisir ini dirasa lebih luwes diterapkan dengan rancangan busana modern. Tak hanya untuk kegiatan atau acara formal saja. Motif yang lebih besar dinilai menjadi kelebihan tersendiri dibandingkan batik klasik dengan corak yang lebih padat.

Salah satu yang mengembangkan batik kontemporer tersebut salah satunya adalah Sothys Dwi Budiarti yang merupakan desainer asal Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, perkembangan motif batik tak bisa terelakkan. Entah dari pewarnaannya, motif, atau mungkin tekniknya. Setiap perajin (dan desainer) punya caranya sendiri.

Semakin banyaknya motif baru pada batik kontemporer lantaran tak ada pakem yang mengikat. Sehingga muncul dari ide mana saja. Bisa lewat lingkungan sekitar maupun ide kreasi desainer tersebut.

Semakin banyaknya motif baru pada batik kontemporer lantaran tak ada pakem yang mengikat. Sehingga muncul dari ide mana saja. Bisa lewat lingkungan sekitar maupun ide kreasi desainer tersebut.

”Kalau nyiptain motif batik klasik ada pakemnya. Itu ide-idenya  biasanya dari alam, nilai sakralnya ada. Justru mahalnya di situ. Buatnya pun lewat ritual, jadi gak asal,” tandasnya.

”Bisa dipadukan sama bahan lain. Brokat misalnya. Bisa dibuat jadi dress (gaun) atau model baju yang lebih casual, didesain asimetris gitu. Kalau (batik) klasik kan lebih formal, seperti kemeja atau kebaya gitu ya, karena memang ada pakemnya,” bebernya, Senin (17/5/2021).

Saat ini pun, batik kontemporer mulai banyak kalangan remaja. Namun, citra batik masih melekat, mereka menggunakannya untuk acara tertentu saja. ”Ya anak muda, usia sekitar 25 tahunan, gitu banyak yang suka (batik kontemporer). Biasanya mereka order buat couple-an gitu, seragam keluarga, wedding juga ada,” tandasnya.

Kalangan muda saat ini menyasar batik kontemporer lantaran harganya yang lebih terjangkau. Namun, batik klasik masih tetap punya tempat tersendiri bagi para pecinta batik.

”Anak muda lebih minat yang kontemporer soalnya juga menyesuaikan sama budget juga. Jelas mereka ndak mau kalau pakai yang Rp 300 ribu ke atas. Yang kontemporer kan perannya untuk penunjang saja. Biar ndak kelihatan lebih resmi atau formal saja,” sebutnya. Dsy7

Berita Terbaru

Bawa Aspirasi Desa ke Pemerintah, AKSI Serahkan 8 Rekomendasi Strategis

Bawa Aspirasi Desa ke Pemerintah, AKSI Serahkan 8 Rekomendasi Strategis

Kamis, 01 Okt 2026 21:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada 9–10 September 2026 di Jak…

Perkuat Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBM Dorong Peran Perempuan melalui Kader PKK di Sumbersawit Magetan

Perkuat Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBM Dorong Peran Perempuan melalui Kader PKK di Sumbersawit Magetan

Kamis, 01 Okt 2026 19:50 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 19:50 WIB

SurabayaPagi, Magetan – Kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan dan pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui komitmen u…

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo melurug Kantor Kejaksaan Negeri …

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi.com, Jakarta : Bahlil Lahadalia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi…

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana P…

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Peta kekuasaan di jajaran Kabinet Merah Putih mengalami pergeseran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai…