Budidayakan Burung Perkutut Hingga Miliki 200 Ekor Berbagai Jenis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suyono yang tengah memberi makan burung perkutu peliharaannya. SP/ MDN
Suyono yang tengah memberi makan burung perkutu peliharaannya. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Suyono dulunya merupakan seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat di Kota Madiun yang kini memilih untuk mebudidayakan dan beternak burung perkutut hingga sukses dan kini memiliki sekitar 200 ekor perkutut dengan berbagai jenis.

Suyono sudah sekitar sebelas tahun lalu membudidayakan burung perkutut. Awalnya, ia hanya membeli beberapa pasang perkutut saja.

Anggota TNI AD yang pensiun tahun 1999 ini mengaku beternak burung ini selain untuk mengisi kesibukan sehari-hari juga sebagai jalan mendapatkan rezeki.

“Sebelum beternak perkutut ini, saya sempat beternak ayam juga. Tetapi karena ada masalah, jadi peternakan ayam ini dihentikan. Kemudian mencari-cari usaha lain. Dan akhirnya bergelut dengan burung perkutut,” jelasnya, Selasa (18/5/2021).

Suyono memanfaatkan halaman bekalang rumahnya sebagai tempat beternak. Dan membuat kandang memanjang sekitar 15 meter X 2 meter yang diberi sekat-sekat. Setiap pasang burung perkutut ini ditempatkan di satu kandang.

Selain itu, suara kicauan khas burung ini juga terasa merdu di telinga. Setiap hari, ia harus membersihkan kandang-kandang tersebut dan memastikan pakan serta minuman yang ada di kandang masih ada.

Lalu ia pun mulai belajar tentang cara merawat dan menernak hingga kini ratusan ekor perkutut pun berhasil dihasilkan dari rumahnya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Suyono menuturkan perawatan burung perkutut ini memang lebih mudah dan tidak memerlukan biaya banyak. Untuk pakan, biasanya hanya diberi milet. Selain pakan, dalam beberapa waktu burung-burung itu perlu diberi vitamin C dan B kompleks.

“Untuk perawatan burung perkutut itu mudah. Bahkan lebih mudah dari pada melihara ayam,” katanya.

Dari kesabarannya membudidayakan burung perkutut tersebut, Suyono berhasil mengembangkan beberapa jenis, diantaranya jenis lokal, bangkok, bali, dan perkutut putih. Burung perkutut pun tergolong mudah bertelur. Dalam satu tahun sepasang perkutut bisa sepuluh kali bertelur.

Dari beberapa jenis tersebut, paling banyak dicari warga yaitu jenis perkutut bangkok. Perkutut ini dianggap memiliki suara lebih keras dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Sedangkan untuk harganya antara Rp200.000 hingga Rp250.000 per ekor.

Dalam satu bulan, biasanya puluhan ekor perkutut bisa laku terjual. Pembelinya tidak hanya dari wilayah Madiun saja, tetapi dari luar kota juga banyak. Dsy6

Berita Terbaru

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sampang- Pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal tahun ini. Dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo…

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mencatat capaian positif selama momentum libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026 dengan tot…

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengingatkan Direksi BPJS Kesehatan harus memastikan…