Lokomotif Perekonomian Nasional Itu Bernama Jawa Timur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. SP/Arif
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. SP/Arif

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Meski dihantam pandemic Covid 19, Jawa Timur masih menjadi lokomotif perekonomian nasional. Ini dibuktikan dengan  kontribusi sebesar 14,45 persen terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan I tahun 2021 dan 24,62 persen PDRB pulau Jawa.

Kontraksi Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur masih lebih baik daripada kontraksi pertumbuhan ekonomi provinsi lain yang setipe, seperti DKI Jakarta yang terkontraksi 1,65 persen, Jawa Barat yang terkontraksi 0,83 persen, dan Jawa Tengah yang terkontraksi 0,87 persen.

Di tengah upaya menekan angka persebaran Covid-19, ekonomi Jawa Timur Triwulan I 2021 terakselerasi menuju ke pemulihan berkelanjutan. Ekonomi di awal tahun 2021 terakselerasi 0,11 persen (q to q), meskipun masih terkontraksi 0,44 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu (y on y). 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dari sisi lapangan usaha 80,45 persen PDRB bersumber dari 6 sektor lapangan usaha, namun yang mampu tumbuh positif pada Triwulan I tahun 2021 hanya 3 sektor.

Kata Khofifah, pada Triwulan I-2021, Industri Pengolahan berkontribusi sebesar 30,94 persen PDRB dengan sumber pertumbuhan -0,63 persen (y on y); Perdagangan berkontribusi sebesar 18,68 persen PDRB dengan sumber pertumbuhan 1,30 persen (y on y); Konstruksi berkontribusi sebesar 9,09 persen PDRB dengan sumber pertumbuhan -3,04 persen (y on y).

Sementara itu, sektor Pertanian berkontribusi sebesar 10,84 persen PDRB dengan sumber pertumbuhan 4,74 persen (y on y); Akomodasi dan makan minum berkontribusi sebesar 5,66 persen PDRB dengan sumber pertumbuhan -6,80 persen (y on y); dan sektor Informasi dan komunikasi berkontribusi sebesar 5,24 persen PDRB dengan sumber pertumbuhan 8,47 persen (y on y).

Untuk industri pengolahan yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Timur. Saat ini  sudah mulai terjadi recovery seiring dengan pulihnya kegiatan bisnis dan meningkatnya permintaan masyarakat.

”Kinerja beberapa sub kategori industri pengolahan antara lain, industri makanan yang meningkat seiring tingginya produksi padi yang sejalan dengan industri pengolahan padi dan penyosohan beras, industri kimia dan farmasi masih tumbuh tinggi seiring dengan masih berjalannya program penanganan Covid-19, serta industri pengolahan lainnya menurun produksinya seiring penurunan ekspor luar negeri untuk komoditas perhiasan sebesar 66,35 persen, dimana komoditas perhiasan merupakan penyumbang terbesar dalam ekspor non migas Jawa Timur di Triwulan I-2021 sebesar 16,99 persen,” terang  Khofifah dalam rilis yang diterima Rabu, (19/5/2021)

Selain itu, lanjut Khofifah, perdagangan pada Triwulan I-2021 telah mengalami recovery yang ditandai dengan pertumbuhan positif dengan beberapa indikasi antara lain, relaksasi pajak PPnBM telah mendorong penjualan mobil meningkat sebesar 16,90 persen dibanding triwulan sebelumnya. para pelaku usaha menyambut baik pelonggaran jam operasional di mall saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Mall-mall juga diperbolehkan menaikkan kapasitas maksimal kunjungan, dari yang sebelumnya 25% menjadi 50�ngan peningkatan kesadaran dan disiplin penerapan protokol kesehatan 5M.

“Kemudian untuk pertanian mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Bahkan pada periode Triwulan I-2021 sektor pertanian melanjutkan pertumbuhan positifnya dan terakselerasi produktivitasnya, sehingga semakin memperkuat Jawa Timur sebagai lumbung pangan nusantara,”ujarnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, sambung gubernur perempuan pertama di Jatim ini, masa panen raya padi sudah dimulai pada bulan Maret, sehingga terjadi peningkatan produksi padi yang signifikan dibanding Triwulan I-2020 yakni sebesar 57,43 persen. Produksi sayur juga meningkat karena cuaca yang lebih kondusif dibanding tahun sebelumnya.

Sebaliknya, sektor konstruksi masih terkontraksi cukup dalam yang disebabkan oleh penundaan beberapa proyek infrastruktur, baik yang dibiayai pemerintah maupun dibiayai swasta karena pada saat pandemi fokus untuk penanganan pandemi Covid-19. Hal tersebut ditandai dengan realisasi pengadaan semen di Jawa Timur pada triwulan I-2021 terkontraksi 17,46 persen (q-to-q) dan terkontraksi 8,53 persen (y-on-y).

Selain itu, akomodasi dan makan minum, pada Triwulan I-2021 terkontraksi paling dalam. Masih adanya perpanjangan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM Mikro) menyebabkan penurunan jumlah wisatawan dan kegiatan bepergian masyarakat yang dibatasi. Untuk menjaga kelangsungan usaha, sebagian akomodasi bertahan dengan sistem pergantian pegawai dan duty on call untuk mengurangi biaya operasional.

“Dibanding Triwulan I-2020, saat ini pendapatan usaha penyediaan makan dan minum turun drastis karena dampak pandemi belum terasa pada tahun lalu,” tuturnya.

Selain itu, informasi dan komunikasi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi paling besar di masa pandemi Covid-19 seiring dengan peningkatan permintaan penggunaan teknologi informasi. Pertumbuhan Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi didorong oleh meningkatnya traffic data penggunaan internet sejak pemberlakuan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) serta peningkatan pembayaran digital sebagai dampak pandemi Covid-19. arf

Berita Terbaru

Dasco Diduga Jadi 'Makcomblang' PWI dan Hotman Paris, IAW Tuding Ada Intervensi Hukum

Dasco Diduga Jadi 'Makcomblang' PWI dan Hotman Paris, IAW Tuding Ada Intervensi Hukum

Jumat, 31 Jul 2026 21:36 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 21:36 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta- Indonesia Accountability Watch (IAW) melayangkan kritik tajam kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dasco disinyalir telah…

BPJS Ketenagakerjaan Malang Perluas Perlindungan bagi Pengurus Masjid

BPJS Ketenagakerjaan Malang Perluas Perlindungan bagi Pengurus Masjid

Jumat, 31 Jul 2026 19:06 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 19:06 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Malang memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor keagamaan dan …

KBIHU Annadliyin Sekar Madu Laren Sumbang Pembangunan Masjid Gus Dur PCNU Lamongan

KBIHU Annadliyin Sekar Madu Laren Sumbang Pembangunan Masjid Gus Dur PCNU Lamongan

Jumat, 31 Jul 2026 18:21 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 18:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Komitmen mendukung syiar Islam dan pembangunan fasilitas keagamaan terus ditunjukkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh …

Dishub Lamongan Teken Kerjasama  Pembayaran  Retribusi Parkir Pakai Qris dengan Bank Jatim

Dishub Lamongan Teken Kerjasama  Pembayaran  Retribusi Parkir Pakai Qris dengan Bank Jatim

Jumat, 31 Jul 2026 18:14 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 18:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank…

Belum Disalurkan, Pikap KDKMP Tabrakan Beruntun di Ponorogo Saat Konvoi

Belum Disalurkan, Pikap KDKMP Tabrakan Beruntun di Ponorogo Saat Konvoi

Jumat, 31 Jul 2026 16:17 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 16:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua unit mobil pikap KDKMP dan sebuah bus pariwisata terjadi di simpang lampu merah Gandukepuh,…

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pemuda 26 th Ketahuan Mencuri

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pemuda 26 th Ketahuan Mencuri

Jumat, 31 Jul 2026 15:13 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota bekuk pemuda 26 th ketahuan mencuri, Setelah menerima laporan dari Dma 26 warga Desa Selodung Kec. S…