ASN yang Eksis di Bidang Agribisnis Beromzet Ratusan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Imam Nurhadi membawa salah satu jenis tanaman budidayanya. SP/ TRG
Imam Nurhadi membawa salah satu jenis tanaman budidayanya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Imam Nurhadi yang merupakan seorang ASN ini hobi menekuni bisnis di bidang agribisnis dengan berbagai jenis tanaman dari hulu hingga hilir. Baginya, pertanian adalah sektor usaha yang mampu bertahan saat ekonomi global sedang terpuruk.

Pertanian yang dikembangkan Imam ada banyak. Meliputi durian, terung, jeruk, labu, anggrek, pisang raja, jambu, dan sebagainya. Dengan tanaman anggrek yang mendominasi di tegalan tersebut.

Ketertarikan Imam di bidang pertanian dimulai sejak dirinya menempuh perkuliahan S-1 hingga S-2. Namun karena dia jenuh, S3-nya tidak linier, justru mengambil jurusan administrasi perkantoran.

Selama menempuh perkuliahan, Imam mengaku kerap bereksperimen di dunia pertanian. Dan dari pengalaman semasa mudanya itu, kini berbuah manis karena Imam menjadi tahu banyak tentang sektor pertanian. "Perencanaan tata ruang, strategi pasar, bisnis, membudidayakan anggrek, hingga hortikultura, semua saya pelajari," ujarnya, Minggu (23/5/2021).

Imam pun memiliki alasan bahwa bertani adalah salah satu perintah agama, dengan memakmurkan Bumi Sang Pencipta. "Bertani itu asyik, nggak perlu malu," ungkapnya.

Agribisnis milik Imam kini terus naik hingga menyentuh nilai Rp 100 juta per tahun. Omzet itu, kata Imam, melonjak awal-awal pandemi Covid-19. Anggrek menjadi salah satu tanaman yang paling laris karena trennya meningkat tajam. Hal itu, menurut Imam, membuktikan bahwa pertanian adalah sektor yang tetap bertahan di setiap kondisi. "Dari anggrek itu sampai Rp 90 juta. Kalau dari pertanian lainnya itu Rp 100 juta lebih," ujarnya. 

Selain itu, menurutnya keunggulan pertanian itu karena bisa memberikan tiga gaji, yakni harian, bulanan, dan musiman. Menurutnya, ketika seseorang terbiasa bertani, dia bisa memilah jenis tanaman yang dapat dijual secara harian, bulanan, maupun musiman.

Tak hanya itu, teknologi yang berkembang pesat menjadi peluang yang seharusnya dimanfaatkan. Karena manusia tak perlu lahan luas atau datang ke sawah untuk menjadi petani. "Untuk itu, saya kurang setuju kalau ada istilah ibu membeli sayur di pasar karena seharusnya ibu menjual sayur di pasar," ujarnya yang membuat suasana cair.

Dia pun menuturkan, generasi penerus adalah satu-satunya generasi yang membuat sektor pertanian tetap eksis. Pertanian merupakan peluang bisnis yang masih terbuka lebar. Dsy14

Berita Terbaru

BPR Jwalita Trenggalek Raih Golden Trophy Top Pembina BUMD 2026

BPR Jwalita Trenggalek Raih Golden Trophy Top Pembina BUMD 2026

Rabu, 15 Apr 2026 11:23 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - PT BPR Jwalita Kabupaten Trenggalek raih golden trophy top BUMD award 2026. Golden trophy diraih bank e wong nggalek setelah…

DPRD Kota Mojokerto Sampaikan 18 Rekomendasi LKPJ Walikota Mojokerto Tekankan Peningkatan PAD

DPRD Kota Mojokerto Sampaikan 18 Rekomendasi LKPJ Walikota Mojokerto Tekankan Peningkatan PAD

Rabu, 15 Apr 2026 11:21 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – DPRD Kota Mojokerto menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (…

Heboh! LPG 3 Kg Langka, Pemkot Madiun Pastikan Distribusi Aman dan Sesuai HET

Heboh! LPG 3 Kg Langka, Pemkot Madiun Pastikan Distribusi Aman dan Sesuai HET

Rabu, 15 Apr 2026 11:17 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Baru-baru ini memang marak stok LPG subsidi 3 kilogram (Kg) mulai langka di berbagai daerah. Meski demikian, Pemerintah Kota…

Musim Haji 2026, Ratusan CJH di Kota Madiun Dapat Uang Saku SAR750

Musim Haji 2026, Ratusan CJH di Kota Madiun Dapat Uang Saku SAR750

Rabu, 15 Apr 2026 11:10 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 227 calon jemaah haji (CJH) di Kota Madiun, Jawa Timur, bakal menerima uang saku untuk kebutuhan biaya hidup (living cost)…

Capai Angka 4 Triliun Lebih, Bupati Mojokerto Apresiasi Sektor Industri

Capai Angka 4 Triliun Lebih, Bupati Mojokerto Apresiasi Sektor Industri

Rabu, 15 Apr 2026 11:07 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, mengapresiasi para pengusaha di bidang industri atas kontribusi mereka dalam memajukan…

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Irigasi

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Irigasi

Rabu, 15 Apr 2026 11:04 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 11:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…