Sukses Berbisnis Kerajinan Gerabah Beromzet Puluhan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengusaha Gerabah Blitar, Muhammad Burhanudin yang tengah membuat kerajinan gerabah. SP/ BLT
Pengusaha Gerabah Blitar, Muhammad Burhanudin yang tengah membuat kerajinan gerabah. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kabupaten Blitar memang sudah terkenal dengan salah satu kerajinan gerabah. Salah satunya adalah Muhammad Burhanudin (34) yang juga merupakan pengusaha gerabah.

Burhan juga memiliki ide untuk menjadikan Desa Plumpungrejo sebagai wisata edukasi gerabah. Dengan Desa tempatnya menjadi desa wisata, Desa Plumpungrejo pun mulai dipasangi gapura yang menjadi penanda kerajinan gerabah oleh Pemerintah Kabupaten Blitar.

Pada awalnya, gerabah yang dibuat hanya berupa alat-alat rumah tangga saja. Namun seiring berjalannya waktu, kerajinan gerabah mulai dikembangkan menjadi barang-barang lain seperti vas bunga, pot bunga.

Sedangkan perbedaan gerabah yang dibuat pada zaman dahulu dan juga sekarang adalah bahan bakunya. Pada zaman dahulu bahan baku pembuatan gerabah hanya berupa tanah liat, namun sekarang gerabah dibuat dengan campuran tanah kaolin.

"Perbandingannya sekitar 3:2:1, tanah liat 3, tanah kaolin 2, 1 pasir dan airnya sekitar 40�ri campurannya. Kemudian prosesnya digiling 3-4 kali sampai halus lalu bisa langsung dibuat bermacam-macam bentuk gerabah," imbuh Burhan, Selasa (1/6/2021).

Untuk motif, Burhan mengatakan motif turun temurun yang biasanya dibuat oleh para perajin adalah naga dan bunga. Selain itu, dalam membuat gerabah pantangannya adalah tidak membuat patung-patungan seperti manusia seperti arca karena mayoritas masyarakatnya beragama muslim.

"Motif secara umum biasanya karakter hewan seperti naga, rajawali, ikan, arwana atau koi, tumbuhan bunga atau anggur. Kemudian berupa goresan atau ukiran sederhana maupun batik," imbuh Burhan.

Untuk proses pembuatan, gerabah yang dibuat pada masa kali ini juga jauh lebih modern. Kalau dahulu gerabah dibuat dengan manual yaitu dengan diputar, kali ini gerabah dapat dibuat dengan menggunakan 3 cara.

"Pembuatannya ada 3 cara pertama menggunakan cara manual dengan diputar, kedua cetakan, ketiga pakai cetakan tapi pakai mesin dengan dipress," imbuh Burhan.

Untuk 1 kali produksi, Burhan pun mampu untuk membuatnya sekitar 5-10 menit untuk yang ukurannya kecil. Sedangkan untuk ukuran agak besar bisa menghabiskan waktu sekitar setengah jam hingga 1 jam, dan ukuran 1-2 meter bisa sampai hitungan hari. Sedangkan omzet yang didapatkannya bisa mencapai 20-25 juta per bulan.

"Untuk mengambil bahan baku masih melimpah tersedia banyak di daerah Kademangan. Kami mengambil dari pekarangan sekitar atau perkebunan yang mau dijadikan sawah," ujar Burhan. Dsy5

Berita Terbaru

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

SurabayaPagi, Bangkalan – Mengawali bulan suci Ramadan dengan semangat berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk T…

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…