Susah Diberi Arahan, Diajak Sembuh Malah Ngerasa Dirinya jadi 'Tahanan'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa pasien asal Madura yang sedang dirawat di RS Lapangan Indrapura sedang jalan santai sembari menggunakan sarung. SP/Anggadia
Beberapa pasien asal Madura yang sedang dirawat di RS Lapangan Indrapura sedang jalan santai sembari menggunakan sarung. SP/Anggadia

i

Kisah Nakes RS Lapangan Indrapura yang Tangani Pasien Covid-19 asal Madura

 

 

 

Dalam satu pekan terakhir, pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) mendadak meningkat drastis. Bahkan, daya tampung bed pasien di RS bentukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu pun nyaris penuh. Dari kapasitas 410 bed yang disiapkan, sudah 369 terisi alias 90 persen terisi, dimana 50 persen lebih pasien Covid-19 berasal dari klaster Bangkalan Madura. Mereka saat di rawat di RSLI pun mulai merasakan gerah dan ingin cepat keluar. Seperti apa kisahnya? Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Anggadia di RSLI Surabaya.

 

Dari informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, pasien Covid-19 asal Madura yang terjaring di penyekatan Suramadu dan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) sulit menerima edukasi tenaga kesehatan (nakes). Mereka menganggap dirinya adalah ‘tahanan’.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI, Radian Jadid. Menurut Radian Jadid, pasien-pasien asal Madura sulit diatur dan seenaknya sendiri. Bahkan, tidak pernah mendengarkan arahan dan nasihat dari tenaga kesehatan.

“Banyak laporan dari nakes. Kalau dari pasien tersebut (asal Madura), agak sulit kalau diedukasi dan diarahkan yang baik,” kata Jadid, saat ditemui Surabaya Pagi, Senin (15/6/2021). 

Jadid menambahkan bahwa sulitnya menyampaikan edukasi tersebut, karena para pasien yang terjaring penyekatan itu tidak ingin berpikir untuk sembuh.

Bahkan, mayoritas pasien yang berasal dari Bangkalan itu, mindsetnya ingin segera cepat keluar dari RSLI.

“Entah apa yang ada dipikiran mereka. Mereka ingin keluar (RSLI) cepet. Bukan untuk pengen sembuh, itu kendala utama saat ini,” jelasnya. 

 

Merasa Jadi Tahanan

Bahkan, menurut Jadid, saat dirawat di RSLI para pasien tersebut memiliki pemikiran, jika mereka tengah menjalani masa tahanan. Bukan, disembuhkan karena telah terinfeksi Covid-19. 

“Mereka kesini kan mindsetnya karena ketangkap, kena tracing. Jadi mereka masuk kesini itu ditahan. Karena kena pemeriksaan. Bukan untuk sembuh dari Covid-19. Angel.. Angel..," kata Jadid, tersenyum.

Oleh karena itu, kata Jadid, terkadang meski telah diberi informasi melalui berbagai media penyampai pesan, untuk mengambil obat di tenda medis, para pasien enggan mengambilnya. 

“Misalkan, obat-obatan kan ngambil di tenda medis, nah diumumkan lewat grup WhatsApp nggak datang, kita umumkan lewat pengeras suara nggak datang, seperti itu kendalanya,” kata dia. 

Selain itu, pasien asal Madura tersebut juga sulit menaati aturan yang diterapkan di RSLI. Alhasil, para tenaga medis harus menggunakan bahasa daerah untuk selalu mengingatkan. 

“Sudah dikasih tempat sampah masih buang sampah sembarangan, edukasinya tidak didengarkan, harus dengan menggunakan bahasa madura,” ujarnya. 

Dengan demikian, Jadid pun berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, untuk menambah jumlah personil yang bertugas untuk menjaga pasien. 

“Tugas rumah sakit itu kan tugas penyembuhan bukan tugas karantina, pemprov pemkot belum tanggap terhadap itu, tidak memberikan dukungan, misalnya personil tambahan untuk berjaga, belum ada,” tutupnya. ang/cr2/rmc 

Berita Terbaru

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Per 2027 Mendatang, Pemkab Sidoarjo Targetkan Seluruh Parkir Gunakan QRIS

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi, memperkuat pengawasan petugas, dan mengoptimalkan pendapatan…

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Terbakar Hebat! 13 Ribu Ayam di Madiun Gosong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebanyak 13 ribu ekor anak ayam milik H. Mursaid di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun gosong akibat…

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Momen kemarau panjang di Kabupaten Magetan justru menjadikan fenomena unik. Salah satunya debit air menyusut di aliran Sungai…