Eksis Produksi Pupuk Organik dari Urine Kelinci

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suparno mengecek pupuk organik cair produksinya. SP/ TRG
Suparno mengecek pupuk organik cair produksinya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kotoran hewan nyatanya sangat efektif untuk digunakan sebagai pupuk organik cair. Selain itu, banyak petani di berbagai daerah yang memanfaatkan karena membuat tanaman lebih subur dan hasilnya meningkat.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sedono Makmur, Suparno yang membuat pupuk organik mengatakan bahwa ide pembuatan pupuk tersebut muncul karena ada ketergantungan para petani akan pupuk kimia bersubsidi dari pemerintah.

Sehingga jika jatah salah satu jenis pupuk tersebut habis, para petani merasa kebingungan dan cenderung membeli pupuk kimia lain di luar daerah yang harganya cenderung lebih tinggi. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan petani untuk merawat tanamannya lebih tinggi.

Dirinya bersama rekan-rekannya terus bekoordinasi dengan mantra tani yang betugas, hingga tercetuslah membuat pupuk organik cair tersebut. Karena memang baik untuk tanaman dan alam, dirinya langsung mencoba membuat pupuk tersebut.

“Untung kesadaran petani di sini masih tinggi sehingga mereka mau bergabung. Setelah kami membuat, langsung sukses ketika diaplikasikan. Selain membuat tanaman tumbuh subur, juga efektif untuk mengusir hama,” tuturnya.

Dari situ, dinyatakan bahwa pupuk cair tersebut sama sekali tidak mengandung bahan kimia dan aman digunakan oleh petani karena tidak mencemari lingkungan. ”Karena keberadaan pupuk ini, ketergantungan petani akan pupuk kimia sudah tidak ada. Biaya tanam pun bisa diminimalkan,” imbuhnya.

Cara pembuatannya cukup sederhana. Untuk pembuatan 20 liter pupuk organik, terlebih dahulu harus disiapkan urine kelinci sebanyak 10 liter. Urine kelinci ini biasa didapat dari peternak kelinci area terdekat. Sebab, para petani telah menjalin kerja sama dengan para peternak kelinci untuk penyediaan urine tersebut. Setelah itu, urine kelinci dicampur 1/2 liter tetes atau larutan gula, 1 liter decomposer, dan air bekas cucian beras (leri, Red) secukupnya. Setelah itu, aduk cairan tersebut sampai merata. Kemudian tutup rapat untuk proses fermentasi sekitar 2 minggu.

Untuk proses fermentasi, drum tersebut ditutup rapat dengan diberi selang untuk jalannya uap. Atau bisa juga dengan ditutup menggunakan plastik yang beri tali karet. Jika plastik menggelembung, karet bisa dilonggarkan untuk mengeluarkan udara. Fermentasi dikatakan berhasil jika selama waktu tersebut, setelah dibuka pada permukaan atas terdapat semacam jamur berwarna putih kekuningan dan ada bau semacam alkohol. Setelah itu, pupuk organik cair bisa digunakan. “Untuk mengaplikasikannya mudah. Cukup campurkan 100 mililiter pupuk organik cair ini ke mesin semprot dengan kapasitas 15 liter dan ini air sampai penuh untuk ke daun. Sedangkan untuk penggunaan ke tanah, pupuk organik cair yang digunakan bisa tiga kali lipat,” jelasnya. Dsy5

 

Berita Terbaru

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menindak lanjuti aduan jukir yang merasa resah atas narasi negatif dan dugaan intimidasi di lapangan. Komisi A DPRD Surabaya h…

Sinergi Melintas Perlindungan Tuntas, BPJS Ketenagakerjaan Launching Gerakan Sadar Jamsostek

Sinergi Melintas Perlindungan Tuntas, BPJS Ketenagakerjaan Launching Gerakan Sadar Jamsostek

Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Malang resmi meluncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ke…

Belajar Listrik Lebih Dekat, Siswa MI Alam Succes School Center Kunjungi Gardu Induk Banaran

Belajar Listrik Lebih Dekat, Siswa MI Alam Succes School Center Kunjungi Gardu Induk Banaran

Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB

SurabayaPagi, Kediri – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menerima kunjungan edukasi dari MI Alam Succes School Center K…

Target Terpenuhi, BPPD Sidoarjo Terus Berinovasi Untuk Optimalisasi Pajak

Target Terpenuhi, BPPD Sidoarjo Terus Berinovasi Untuk Optimalisasi Pajak

Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB

SURABAYAPAGI.com,Sidoarjo - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan inovasi pelayanan…

Empat Pengedar Sabu Jaringan Gresik–Surabaya Dibekuk, Polisi Sita Puluhan Gram Barang Bukti

Empat Pengedar Sabu Jaringan Gresik–Surabaya Dibekuk, Polisi Sita Puluhan Gram Barang Bukti

Selasa, 21 Apr 2026 17:48 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya pemberantasan narkotika kembali menunjukkan hasil. Jajaran Polres Gresik berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu lintas w…

4.000 Lebih UMKM Mamin Kota Mojokerto Dikebut Sertifikasi Halal

4.000 Lebih UMKM Mamin Kota Mojokerto Dikebut Sertifikasi Halal

Selasa, 21 Apr 2026 17:45 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 17:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mempercepat sertifikasi halal bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya…