Berbisnis Mi Lidi Geli Kekinian Beromzet Puluhan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Famela Nurul Islami sedang membawa produknya sendiri, Mi Lidi Geli. SP/ SBY
Famela Nurul Islami sedang membawa produknya sendiri, Mi Lidi Geli. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Famela Nurul Islami memulai usaha tersebut berasal dari nostalgianya terhadap masa 1990an, di mana pada saat itu, mi lidi ialah produk kuliner yang cukup populer di kalangan masyarakat.

Namun, sekarang, camilan tersebut kembali dikenal masyarakat luas berkat laku Famela yang berinisatif memunculkannya kembali. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Famela untuk memulai petualangan sebagai pengusaha.

Bisnis mi lidi tersebut ia namai “Mi Lidi Geli” pada 2013. Pada awalnya, ia memulai bisnis kuliner itu hanya berbekal modal Rp 1 juta.

Pada awal masa pembangunan bisnisnya, Famela banyak belajar pada pengrajin mi lidi di Garut, Jawa Barat, guna mengetahui proses pembuatan camilan itu.

Untuk menghadirkan aneka rasa, ia melakukan berbagai eksperimen menggunakan bubuk perisa yang lazim ditemui di pasaran, sebelum pada akhirnya menemukan formulanya sendiri.

Produknya tersebut menyasar pada konsumen anak dan muda-mudi, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran ini menyulap mi lidi menjadi camilan dalam aneka cita rasa yang kini tersedia dalam tujuh varian, yakni original, spicy, double spicy, barbeque, cheese, seaweed, dan sweet corn.

Ketika produk telah siap dijual, Famela melakukan promosi dengan berbagai strategi, yakni yang utama melalui media sosial hingga berpartisipasi dalam berbagai agenda bazar di Jakarta dan Bandung.

Tak dinyana, lantaran menghadirkan mi dalam bentuk yang lebih modern, bisnis Famela mendapat respons yang menggairahkan dari konsumen. Desain kemasan kardus yang dibuat oleh Famela juga tampak lebih unik dan menarik perhatian, membuat “Mi Lidi Geli” buatannya pantas dijual di toko-toko.

Berawal dari nostalgia pribadinya, selisih setahun dari pendiriannya saja, di tahun 2014, Famela bisa mengantongi omzet rata-rata Rp 55 juta sebulan dari bisnis “Mi Lidi Geli” miliknya, dengan keuntungan mencapai 50 persen.

Seiring berjalannya waktu, bisnis itu kian meraksasa. Dengan menjual “Mi Lidi Geli” kemasan 100gram seharga Rp 15.000, Famela mulai mendapat banyak permintaan reseller dari berbagai kota di Pulau Jawa, mulai Solo, Yogyakarta, Semarang, dan masih banyak lagi. Selain itu, produk miliknya juga tersebar di banyak supermarket di berbagai kota di Indonesia. Dsy11

Berita Terbaru

Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Senin, 13 Apr 2026 15:04 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek dengan tegas menyatakan bahwa seluruh Satuan Pelayanan…

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akhirnya Satreskrim berhasil bekuk pria berusia 50 tahun yang di duga pengedar uang palsu. Ditangkapnya seorang Pria setengah baya…

Bupati Subandi Sidoarjo Sidak RTLH, Serta Beri Bantuan Kursi Roda Warga Tak Mampu

Bupati Subandi Sidoarjo Sidak RTLH, Serta Beri Bantuan Kursi Roda Warga Tak Mampu

Senin, 13 Apr 2026 14:56 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, didampingi Dinas Sosial berkunjung ke Kecamatan Taman, untuk melihat secara langsung keberadaan warga …

Warga Darmo Surabaya Geger, Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Terkunci

Warga Darmo Surabaya Geger, Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Terkunci

Senin, 13 Apr 2026 14:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Warga di kawasan Jalan Darmo, tepatnya di sekitar Taman Bungkul, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, digegerkan…

Sempat Dihantam Isu Miring, DPRKP-CK Lamongan Tegaskan Proyek Revitalisasi dan Landscape  Lapangan Gajah Mada Sesuai RAB

Sempat Dihantam Isu Miring, DPRKP-CK Lamongan Tegaskan Proyek Revitalisasi dan Landscape Lapangan Gajah Mada Sesuai RAB

Senin, 13 Apr 2026 14:52 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sempat dihantam isu miring  atas dugaan ketidakberesan proyek pembangunan revitalisasi dan landscape  Lapangan Gajah Mada L…

BPBD: Lapuk Dimakan Usia, Bangunan SD di Desa Bendo Magetan Roboh

BPBD: Lapuk Dimakan Usia, Bangunan SD di Desa Bendo Magetan Roboh

Senin, 13 Apr 2026 14:48 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan -  Melihat cuaca yang sering ekstrem, terutama potensi bencana hidrometeorologi pada musim peralihan dari hujan ke kemarau yang rawan …