Wacana PPKM Diperpanjang, Kadin Jatim: Sangat Memberatkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto. SP/ANT/MALIK IBRAHIM
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto. SP/ANT/MALIK IBRAHIM

i

SURABAYAPAGI, Surabaya – Wacana pemerintah yang akan memperpanjang Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 4 minggu hingga 6 minggu disebut sangat berat, dan bisa memukul ekonomi nasional, termasuk Jatim.

"Ini sangat berat bagi pengusaha dan bagi masyarakat pada umumnya. Karena daya tahan industri dan masyarakat saat ini sudah hampir habis," ujar  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto , Rabu (14/7).

Menurutnya, memang dari evaluasi  penambahan kasus baru COVID-19 di masa PPKM darurat ini justru mengalami kenaikan yang tajam, dan kalau sebelum PPKM penambahan kasus baru mencapai 21-25 ribu per hari, maka justru naik sekitar 40 ribu per hari.

"Ini artinya PPKM darurat selama seminggu tidak efektif, karena peningkatan justru kian tajam. Inilah yang kemudian memunculkan adanya wacana perpanjangan PPKM. Namun jika perpanjangan PPKM itu dalam kurun 4 minggu hingga 6 minggu, itu terlalu lama," katanya.

Menurut Adik, perpanjangan PPKM darurat paling lama selama dua minggu, karena daya tahan hidup masyarakat sudah hampir habis, sementara bantuan masih belum ada sama sekali. "Stimulus untuk meningkatkan daya beli seperti bantuan tunai juga belum ada. Sementara  kondisi industri dan masyarakat mulai kelelahan selama PPKM farurat yang diberlakukan sejak tanggal 3-20 Juli 2021," katanya.

Ia mengatakan, banyak kesulitan yang dirasakan pengusaha dan masyarakat saat PPKM darurat, salah satunya adanya penutupan akses masuk ke satu daerah yang berpengaruh pada suplai dan distribusi.

"Juga kewajiban adanya surat tes Swab antigen yang hanya berlaku 1x24 jam atau tes PCR yang berlaku 2x24 jam akan menimbulkan biaya tinggi. Jika PPKM darurat ini benar-benar diperpanjang selama 6 minggu dan tidak diimbangi dengan  stimulus yang cepat digelontorkan, saya khawatir akan terjadi chaos," kata Adik, menegaskan.

Ia mencatat, selama PPKM darurat, sektor yang paling terdampak adalah UMKM, kemudian hotel, restoran dan pariwisata. "Walaupun ada beberapa hotel yang dijadikan tempat isolasi mandiri atau isoman, upaya ini tidak bisa mendongkrak, karena angkanya sangat kecil. Ini berat, sangat berat. Terlebih untuk UMKM yang penghasilannya dalam satu hari untuk makan setiap harinya," tuturnya.

Kadin Jatim, kata Adik, juga telah menerima keluhan beberapa UMKM, karena selama PPKM darurat hanya bisa menjual separuh dari biasanya, misalnya PKL pedagang soto, yang biasanya bisa menjual rata-rata 200 porsi hingga 300 porsi per hari, selama PPKM darurat ini hanya bisa menjual 100 porsi saja, karena waktu jual dibatasi hanya sampai jam 20.00 WIB.

Selain itu, juga ada penjual kue yang di hari biasa bisa menjual kue sekitar 150 biji per hari, sekarang hanya bisa menjual 76 biji per hari.  Untuk itu, kata dia, langkah yang harus dilakukan adalah percepatan stimulus, dan percepatan belanja pemerintah untuk produk UMKM dan juga sektor konstruksi. "Kalau memang masih ada proyek yang bisa dikerjakan, harus segera dijalankan," katanya. sb2/na

Berita Terbaru

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…