SurabayaPagi, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terimakasih dan apresiasi peran aktif kejaksaan tinggi Jawa Timur dalam mempercepat terwujudnya herd imunity atau kekebalan kelompok di Jawa Timur dengan menggelar vaksinasi massal.
“Apa yang dilakukan kejaksaan tinggi Jatim ini selain mendukung upaya pemerintah untuk mengakselerasi vaksinasi nasional guna mencapai target, juga memudahkan masyarakat untuk memperoleh vaksin. Terimakasih Pak Kajati Jatim,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (22/7/2021).
Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan jajaran Kejari secara maraton menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Islamic Center Kota Surabaya serta berbagai kota lain di Jawa Timur. Gelaran vaksinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-61 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-21.
Khofifah mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Kejati Jatim ini sangat membantu Provinsi Jatim dalam upaya percepatan vaksinasi. Terlebih, angka kasus harian Covid-19 di Jatim pun masih belum melandai.
Khofifah menyebut pandemi global COVID-19 telah menyebabkan rangkaian disrupsi dalam tatanan kehidupan. Berbagai upaya preventif ditempuh pemerintah, salah satunya adalah pelaksanaan vaksinasi. Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin adalah menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini sehingga Indonesia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19.
Meskipun tidak 100% bisa melindungi seseorang dari infeksi virus Corona, namun Khofifah menegaskan bahwa vaksinasi yang dilakukan dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat COVID-19.
“Itu sebabnya jika masyarakat memiliki kesempatan untuk vaksin covid-19, ada baiknya tidak menunda dan segera dilakukan. Jangan pedulikan hoax mengenai vaksin yang sengaja disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,”ujarnya.
Khofifah juga mengingatkan agar masyarakat yang sudah divaksin untuk tidak euforia berlebihan sehingga abai dengan protokol kesehatan. Masyarakat, kata dia, tetap terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.
“Menerapkan 5M harus atas dasar ingin melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain dari paparan Covid-19, bukan sekedar karena takut didenda, ikut-ikutan, atau alasan lainnya,” imbuhnya. By
Editor :
Redaksi
Berita Terbaru
Selasa, 04 Agu 2026 16:26 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 16:26 WIB
SURABAYA PAGI, Surabaya- Fakta baru terungkap dalam sidang dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten…
Selasa, 04 Agu 2026 15:45 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 15:45 WIB
SURABAYAPAGI.com, Jember - Malam puncak perhelatan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 berlangsung meriah di pesisir Pantai Watu Ulo, Jember, Sabtu…
Selasa, 04 Agu 2026 15:43 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 15:43 WIB
SURABAYAPAGI.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program Homecare sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya …
Selasa, 04 Agu 2026 15:40 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 15:40 WIB
SURABAYAPAGI.com Blitar - Setelah menjabat baru di jajaran Polres Blitar sebagai Kapolres Blitar, Kapolres Blitar AKBP Ardy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H.…
Selasa, 04 Agu 2026 15:38 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 15:38 WIB
SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rombongan Pimpinan MPR RI berziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Ir. Soekarno di Kota Blitar, Selasa …
Selasa, 04 Agu 2026 15:26 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 15:26 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui laman Instagram resmi Kementerian Keuangan, Purbaya saat meninjau pembangunan sekolah rakyat di Surabaya, kini progres…