Bisnis Kendang hingga Luar Pulau di Tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu kendang yang siap di kirim ke konsumen. SP/ TLG
Salah satu kendang yang siap di kirim ke konsumen. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kecintaannya terhadap alat musik tradisional dan seni membuat Kusnari yang merupakan perajin kendang tetap semangat memproduksi kendang di tengah pandemi Covid-19.

Banyaknya permintaan pesanan kendang dari konsumen tersebut karena masih banyak masyarakat yang suka dengan pertunjukkan seni sehingga membeli salah satu musik tradisional tersebut. Sedangkan jasa servis, Kusnari mengaku bisa melayani hingga lima kendang.

"Sekarang berapa, satu dua saja yang laku. Itupun masih belum lunas pembayarannya. Bagi saya, terpenting kendang saya ini bisa keluar," katanya.

Namun, saat ini hampir tidak ada kendang yang laku dijual selama pandemi merebak pada 2020 lalu. Itu imbas dari tidak diperbolehkannya pertunjukkan seni yang diterapkan beberapa waktu lalu oleh pemerintah dalam upaya memutus sebaran Covid-19.

"Blasss tidak ada apa-apa 2020 lalu itu. Bahkan agar dapur tetap mengepul, saya cari pekerjaan lain seperti kuli bangunan," terangnya.

Meski demikian, Kusnari mengaku, tetap bertahan. Karena suka dengan dunia seni. Alat seni tradisional tersebut sudah dikenalnya sejak kecil. Bahkan, sebelum menjadi perajin, dirinya merupakan pengendang andal. Tak heran, pemesan kendang buatannya merupakan teman sesama seniman yang memerlukan kendang untuk kebutuhan pertunjukkan.

"Rata-rata teman sesama seniman. Seperti di wilayah Tulungagung, Kediri, Blitar. Tapi juga ada pemesan untuk dibawa ke Lampung dan Kalimantan," terangnya.

Menurutnya, banyak yang suka dengan kendang buatannya karena awet dan suara yang dihasilkan lebih bening dan nyaring. Padahal bahan sama dengan umumnya. Yakni menggunakan kayu nangka. Sedangkan alas kendang dan talinya menggunakan kulit kerbau.

Tak ada kesulitan berarti saat pengerjaannya. Hanya saja mood harus dijaga. Sebab, bisa mempengaruhi lamanya pengerjaan. Biasanya memerangi lawan bosan, dia mencari pekerjaan lain seperti mengerjakan barongan, jamang dan lainnya.

Dia berharap dengan dilonggarkannya kebijakan pentas seni saat ini, banyak seniman mulai manggung. Dengan begitu, ekonomi di sektor seni budaya terus berputar. Karena tak sedikit seniman yang menggantungkan ekonomi dari seni. Dsy4

Berita Terbaru

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai, daging sapi dan telur ayam. Berdasarkan Pusat Informasi Harga…

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, dengan nilai investasi senilai Rp 2,8 triliun…

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Enam warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diketahui membuka usaha fotografi secara ilegal, dideportasi. Total enam warga China…

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut mengawal proyek pembangunan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk tahun anggaran 2026-2027 senilai Rp…

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Disusun : Dr. TATANG ISTIAWAN WITJAKSONO, S.sos, SH, MM ADVOKAT PERADI NIA: 02.13499 A. KRONOLOGI FAKTA HUKUM (Yang Terjadi di Lapangan) [Induk Akte…

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Pembaca Yth, Eksepsi saya ini mengupas fakta yang ditulis JPU di surat dakwaan. Temuan ini saya laporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawas dan Komisi…