Lulusan ITB yang Kini Jadi Bos Jangkrik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bambang Setiawan dan istrinya saat menunjukkan Sosis Jangkrik buatannya. SP/ CRB
Bambang Setiawan dan istrinya saat menunjukkan Sosis Jangkrik buatannya. SP/ CRB

i

SURABAYAPAGI.com, Cirebon - Bambang Setiawan adalah lulusan ITB yang memulai usahanya sebagai ‘bos jangkrik’. Lulusan ITB tersebut memilih untuk menjadi wirausahawan ketimbang bekerja kantoran seperti kebanyak para mahasiswa lainnya.

Bambang mengaku telah mengawali usahanya sebagai seorang pembudidaya jangkrik sejak tahun 2010. Pada saat itu, ia memulai bisnis dengan 2,5 kilogram jangkrik yang mana ditaruh ke dalam 50 kandang kecil.

Popularitas jangkrik masih sangat kecil kala itu sehingga Bambang harus memutar otak untuk memasarkan jangkrik ke pasar yang lebih luas.

Singkatnya, Bambang menawarkan kerjasama dengan para pembudidaya untuk memasarkan jangkrik mereka ke pasar yang lebih luas. Jadi, para pelanggan para pembudidaya tidak hanya berasal dari kota Cirebon akan tetapi menjalar ke kota-kota lainnya di Jawa Barat atau bahkan mungkin ke seluruh wilayah di Indonesia.

Setiap satu kilogram jangkrik dihargai Rp. 40 ribu sehingga total jika berhasil dua kuintal perhari, omset penjualan dari jangkrik bisa mencapai Rp. 8 juta. Setiap bulan, Jakarta menjadi pembeli terbanyak dengan total mencapai 5 ton perbulannya.

Belum banyak yang menyadari jika hewan jangkrik memiliki prospek jangka panjang yang bagus sebagai pilihan utama untuk berbisnis. Hewan jangkrik mirip dengan buah kelapa yang setiap bagiannya bisa dijual.

Saat ini, harga pasaran hewan jangkrik bisa mencapai Rp. 40-50 ribu perkilogramnya. Bahkan, harga telur jangkrik lebih mahal mencapai Rp. 300 ribu perkilogram.

Walaupun jangkrik biasanya dijual sebagai panganan untuk hewan peliharaan, Bambang pun membuat inovasi tersendiri. Ia mengubah hewan tersebut menjadi kripik yang bisa disantap oleh manusia sebagai panganan sehari-hari.

Sementara itu, kadar protein yang tinggi membuatnya menyadari jika jangkrik bisa menjadi solusi pengganti telur ataupun makanan lainnya yang biasa dijual pasaran.

Inovasi keripik jangkrik dijual secara online sehingga pasar luar negeri bisa didapatkan oleh mudah oleh Bambang. Selanjutnya, ia mengaku masih akan belum berhenti untuk menciptakan peluang bisnis baru. Tidak hanya untuk kesejahteraan dirinya tetapi juga para masyarakat di kampungnya, terutama desa Bakung, Cirebon, Jawa Barat. Dsy5

Berita Terbaru

Dipicu Hujan dan Angin Kencang, Warga di Blitar Tewas Tertimpa Reruntuhan Material Rumah

Dipicu Hujan dan Angin Kencang, Warga di Blitar Tewas Tertimpa Reruntuhan Material Rumah

Senin, 16 Mar 2026 12:42 WIB

Senin, 16 Mar 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akibat hujan dengan intensitas tinggi bercampur angin di wilayah Blitar Raya mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, termasuk di…

Inovatif! Sisa MBG di Lingkungan Sekolah Surabaya Disulap Jadi Pupuk Organik Cair dan Padat

Inovatif! Sisa MBG di Lingkungan Sekolah Surabaya Disulap Jadi Pupuk Organik Cair dan Padat

Senin, 16 Mar 2026 12:35 WIB

Senin, 16 Mar 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selain sempat viral karena menu Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang selalu dikritik dan viral di media sosial (medsos), kini…

Diduga Korsleting Listrik, Tempat Usaha Konveksi di Sidoyoso Surabaya Terbakar Hebat

Diduga Korsleting Listrik, Tempat Usaha Konveksi di Sidoyoso Surabaya Terbakar Hebat

Senin, 16 Mar 2026 12:24 WIB

Senin, 16 Mar 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Unit Pemadam Kebakaran Surabaya baru saja menindaklanjuti terkait laporan warga lantaran adanya kebakaran di tempat usaha konveksi…

Jelang Ibadah Hari Nyepi, Kapolri Sigit Beri Atensi Macet Horor di Ketapang-Gilimanuk

Jelang Ibadah Hari Nyepi, Kapolri Sigit Beri Atensi Macet Horor di Ketapang-Gilimanuk

Senin, 16 Mar 2026 11:44 WIB

Senin, 16 Mar 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada yang menarik di momen Bulan Ramadhan kali ini. Pasalnya, Ibadah Hari Nyepi bertepatan dengan puncak arus mudik Lebaran Idul…

Momentum Arus Mudik Lebaran, Penumpang di Tanjung Perak Surabaya Naik 17 Persen

Momentum Arus Mudik Lebaran, Penumpang di Tanjung Perak Surabaya Naik 17 Persen

Senin, 16 Mar 2026 11:25 WIB

Senin, 16 Mar 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 yang tinggal menunggu hari, di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung…

Kepadatan Lalin Jelang Buka Puasa, SITS Dishub Surabaya Prioritaskan Arus Kendaraan

Kepadatan Lalin Jelang Buka Puasa, SITS Dishub Surabaya Prioritaskan Arus Kendaraan

Senin, 16 Mar 2026 10:45 WIB

Senin, 16 Mar 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang momen buka puasa saat Ramadhan baru-baru ini mengalami lonjakan volume kendaraan dalam beberapa hari terakhir di…