Pembekuan Darah Pasien Covid-19 Picu Serangan Jantung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasien covid-19 yang mengalami penggumpalan darah. SP/ SBY
Pasien covid-19 yang mengalami penggumpalan darah. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa pasien yang telah sembuh maupun yang masih terinfeksi virus Covid-19 dapat mengalami gangguan pembekuan darah yang menyebabkan penggumpalan darah. Gangguan pembekuan darah dapat menyebabkan penggumpalan, yaitu kondisi berubahnya darah dari cairan menjadi seperti gel atau setengah padat. Gumpalan darah bisa terbentuk di pembuluh vena dan arteri.

Jika tidak mendapatkan pengobatan,pengentalan darah dapat berujung pada kondisi pembekuan darah. Jika hal ini terjadi di otak maka dapat menyebabkan stroke, jika terjadi di jantung dikenal dengan serangan jantung, atau bisa juga terjadi di kaki yang disebut dengan trombosis vena dalam (DVT).

Sementara itu studi yang dimuat dalam jurnal European Heart melaporkan fenomena yang jarang terjadi. Seorang pasien Covid-19 berusia 49 tahun tanpa riwayat penyakit jantung datang ke ruangan unit gawat darurat (IGD_ dengan keluhan STEMI (ST elevation myocardial infarction).

STEMI adalah salah satu jenis serangan jantung berupa penyumbatan pembuluh darah arteri koroner secara total sehingga otot-otot jantung tidak mendapat suplai oksigen. Kondisi tersebut dialami pasien usai mengeluhkan gejala Covid-19 demam tinggi hingga batuk kering dalam 10 hari terakhir.

Dokter spesialis jantung dr Furqon Satria Adi Pradana SpJP dari RS Soetarto Yogyakarta turut membahas kasus tersebut. Ia memastikan pemicu serangan jantung pada pasien adalah kekentalan darah akibat infeksi Covid-19.

"Pengentalan darah pada pasien Covid-19 bisa bermanifestasi sebagai serangan jantung," jelasnya, Senin (2/8/2021).

"Tidak ada episode fibrilasi atrium, D-Dimer 1997, sehingga dapat disimpulkan penyebab serangan jantungnya ya pengentalan darah akibat infeksi Covid-19," lanjutnya.

Menurut dr Furqon, gejala yang dialami pasien Covid-19 saat mengalami kekentalan darah kerap berbeda tergantung lokasi pengentalan darah terjadi. Misalnya, seperti di pembuluh darah koroner yang memicu serangan jantung, bisa muncul nyeri dada tetapi tidak sedikit yang tak mengeluhkan gejala.

Berdasarkan kasus yang ia tangani, banyak dari mereka yang mengalami pengentalan darah akibat infeksi Covid-19 berusia 60 tahun dan tanpa gejala. Dsy8

"Biasanya di atas 60 tahun, paling banyak tanpa gejala tapi pengentalannya dibuktikan dengan peningkatan D-dimer," jelas dr Furqon.

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…