Mahasiswa Kedokteran yang Sukses Bisnis Boneka Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggi Hayani dengan boneka alat peraga Kesehatan gigi buatannya. SP/ SU
Anggi Hayani dengan boneka alat peraga Kesehatan gigi buatannya. SP/ SU

i

SURABAYAPAGI, Sumatera Utara – Anggi Hayani yang merupakan mahasiswi kedokteran gigi Universitas Sumatera Utara sukses mengembangkan bisnis boneka untuk alat peraga kesehatan gigi berkarekter tokoh-tokoh unik. Melalai bisnis ini ia mengaku mendapat omzet Rp 40 juta per bulan.

Awal munculnya ide membuat boneka berkarakter unik yang dibumbui dengan cerita. Respons dari anak-anak pun tinggi dan mereka merasa senang mengikuti sosialisasi. Berawal dari sana, boneka karya Anggi bersama rekannya itu memperoleh sambutan yang besar.

"Saat kami memperkenalkan boneka ini di Medan, orang-orang kedokteran gigi itu tertarik untuk beli. Selain desain bagus untuk edukasi juga bisa sebagai pajangan di tempat praktek sudah oke. Itulah konsep pertama kita," kata Anggi.Di bawah bendera Kenkou Dolls & Souvenir, produk unggulan yang dihasilkan adalah boneka berkakter gigi sehat (Mr dan Mrs Dente) dan gigi berlubang (Kenkou Boy). Selain itu, ia juga mengembangkan berbagai macam souvenir bertema gigi yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

"Boneka itu untuk penyuluh edukasi kesehatan terus sekolah-sekolah, dokter gigi, puskesmas, instansi kesehatan dan pendidikan. Kalau souvenir untuk mahasisiwa dan masyarakat biasa," katanya.

Harga produk yang ditawarkan pun relatif beragam dan terjangkau. "Kalau boneka untuk icon, kami jual RP 150 ribu sampai Rp 250 ribu. Kalau souvenirnya ada yang Rp 5 ribu sampai Rp 70 ribu - 80 ribu," imbuhnya.

Saat ini, Kenkou Dolls & Souvenir bisa meraup omzet hingga Rp 40 juta per bulan. Penjualan didominasi oleh penjualan online. "Per bulan Rp 20-40 juta. Itu terbanyak dari online," tuturnya.

"Icon kami terangkat terus bisa nembus PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), lebih baik lagi pengennya sih kerjasama dengan perusahaan besar seperti Pepsodent atau Ciptadent sebagai supplier," sebutnya.

Pada kesempatan itu, Anggi berencana setelah lulus dari kedokteran gigi, ia ingin tetap memadukan antara profesi seorang dokter gigi dan bisnis, namun dengan orientasi sosial bisnis. "Pengennya mengkombinasikan dokter gigi sama pebisnis. Kami ingin main ke sosial entrepreneur," pungkasnya. Dsy4

Berita Terbaru

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Minat Konsumen Nyaris Nol, Lamborghini Batalkan Peluncuran Konsep Mobil Listrik Murni

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, merek kendaraan mewah Lamborghini membuat kejutan dengan memperkenalkan konsep mobil listrik, arah strateginya kini…

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Honda Navi Tetap Jadi Motor Mini Favorit di AS, Hadirkan Warna Baru 2026

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sepeda motor kecil paling menonjol dan…

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang hukum islam, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur yang…

PT Weichuang Kantongi Izin Kawasan Berikat, Serap 120 Tenaga Kerja

PT Weichuang Kantongi Izin Kawasan Berikat, Serap 120 Tenaga Kerja

Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB

‎SURABAYA PAGI, Ngawi – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kanwil DJBC Jawa Timur II menerbitkan izin fasilitas Kawasan Berikat pertama tahun 2026…

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka mengembangkan usaha pelaku usaha mikro dan kecil agar usaha yang masih berkembang, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,…

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Cegah Potensi KLB Terkait Keamanan Pangan, Pemkab Ponorogo Perketat Operasional SPPG

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Guna mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) akibat persoalan keamanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa…