Eksis Tekuni Fisioterapis di Timnas Sepak Bola Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gesang Gede Pangestu (kanan) usai memberikan terapi kepada salah satu pemain Timnas Sepak Bola U-19, Dimas Drajad. SP/ TRG
Gesang Gede Pangestu (kanan) usai memberikan terapi kepada salah satu pemain Timnas Sepak Bola U-19, Dimas Drajad. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Beberapa orang beranggapan fisioterapis hanya berkecimpung dengan dunia pijat-memijat. Menurut Gesang Gede Pangestu yang menekuni fisioterapi, persentase pijat-memijat hanya 20 persen, sementara 80 persen sisanya terfokus pada program pemulihan.

Dulunya ia pernah menyembuhkan lansia dari kelumpuhan dan saat ini ia mendapat banyak klien dari atlet yang tergabung tim nasional (timnas) sepak bola. Baik itu pemulihan pascaoperasi patah tulang, penyempitan syaraf, pascastroke, atau sebagainya. "Fisioterapis tidak mengandalkan metode seperti pijat alternatif, tapi murni secara medis," ungkapnya.

Gesang mengaku keputusannya menekuni keilmuan fisioterapi karena terinspirasi dari Matias Ibo (fisioterapis pertama di timnas sepak bola Indonesia, Red). Melalui fisioterapi, dirinya bisa membantu orang lain. Jiwa sosial Gesang muncul berlatarbelakang dari orang tuanya yang berprofesi di bidang kesehatan.

Menurut Gesang, melalui fisioterapi ini, pasien pascaoperasi penyempitan syaraf perlu mendapat program rehabilitasi. Tujuannya, agar pasien dapat menggerakkan anggota badannya secara normal lagi.

Pemicu penyempitan syaraf, kata pemuda ramah ini, cenderung kompleks. Bisa akibat salah mengangkat beban berat saat muda maupun menyimpan dompet tebal di saku belakang. Jadi ketika dewasa, efeknya baru terasa.

Menurutnya, itu tetap dapat diantisipasi. Salah satunya tidak boleh mengangkat beban dengan membungkuk. Sebab, syaraf maupun otot di bagian itu tipis. Akan lebih aman dengan cara jongkok, baru mengangkat bebannya. Itu karena otot paha maupun kaki lebih besar. dipijat menggunakan kaki," jelasnya.

Berkat keilmuan fisioterapinya, Gesang sering dipanggil untuk memberikan treatment kepada para pemain timnas sepak bola yang cedera. Seperti Dimas Drajad dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Sementara treatment yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, tak lain ketika pemain mengalami cedera lutut.

Selama menekuni karir sebagai fisioterapis dan menempuh sekolah profesinya, Gesang mengaku banyak pasien yang berharap bisa sembuh dalam waktu yang relatif singkat. Padahal, cepat atau lambatnya itu tergantung cedera yang diderita. Untuk itu, semangat, ketelatenan, dan kesabaran pasien begitu berpengaruh agar mereka cepat sembuh.

Gesang berharap agar masyarakat lebih memahami bahwa fisioterapi bukan sekadar pijat alternatif. Hal itu agar treatment yang diberikan bisa lebih tepat dan sesuai keilmuan kesehatan. "Saya berharap bisa mengenalkan fisioterapi di kabupaten kelahiran saya agar masyarakat tak sampai salah. Ketika kaki patah, datang ke pijat alternatif bukan solusi yang tepat," ucapnya. Dsy6

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi banjir rob di pesisir kota itu pada 20-30 September 2026 akibat fenomena…

Jukir Tak Ber-KTA Ditertibkan, Digitalisasi Parkir di Surabaya Capai 1.541 Titik

Jukir Tak Ber-KTA Ditertibkan, Digitalisasi Parkir di Surabaya Capai 1.541 Titik

Rabu, 23 Sep 2026 10:08 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di…

Mercedes-AMG Sebanyak 30 unit Ludes di Seluruh Dunia

Mercedes-AMG Sebanyak 30 unit Ludes di Seluruh Dunia

Rabu, 23 Sep 2026 09:09 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mercedes-AMG CLE 646 Spezialanfertigung. Mercedes-AMG hanya dibuat sebanyak 30 unit di seluruh dunia. Namun sebelum debut dunianya pada…

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Moeldoko Kritik Pemerintah

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Moeldoko Kritik Pemerintah

Rabu, 23 Sep 2026 09:07 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengkritik Pemerintah soal insentif kendaraan listrik yang…

Ahli Waris Korban Insiden KMP Virgo Transport 8, Disantuni Rp 70 juta

Ahli Waris Korban Insiden KMP Virgo Transport 8, Disantuni Rp 70 juta

Rabu, 23 Sep 2026 09:05 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ahli waris satu korban korban insiden KMP Virgo Transport 8 meninggal dunia yakni almarhum Surya telah menerima santunan sebesar Rp 70 juta.…

Pemerintah Buka Kualitas Beras Fortifikasi Palsu

Pemerintah Buka Kualitas Beras Fortifikasi Palsu

Rabu, 23 Sep 2026 09:03 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Modus beras fortifikasi palsu terungkap. Pada 15 September 2026 lalu, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas)…