SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Selama pandemi covid-19 semua sektor terkena dampak, tak terkecuali masyarakat. Rakyat kelas bawah paling terdampak Corona, secara otomatis pendapatan juga berkurang. Namun anehnya Pemkab Lamongan malah membuat program mengajak rakyatnya untuk jajanan.
Program dengan tagline "Ayo Ditumbasi” itu di launching Bupati Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra Lamongan, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-74 dan Hari UMKM ke-6, Jum'at (13/8/2021).
Tentu program yang diklaim bisa menggairahkan kembali perputaran perekonomian, dari pengembangan gerakan Ayo Beli Produk Lamongan dimana spesifikasinya ditujukan kepada UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti penjual makanan kecil, pedagang keliling dan pedagang kali lima.
"Aneh saja kalau Pemkab Lamongan membuat program Ayo Ditumbasi” jajanan dan makanan yang dijual oleh Pedagang Kaki Lima," ujar At- Tamimi warga Babat kepada surabayapagi.com.
Saat ini kata At-Tamimi yang harus dilakukan oleh Pemkab adalah, bagaimana menyelamatkan rakyatnya dari ancaman Corona yang hingga saat ini tak kunjung hilang, karena selama PPKM kegiatan warga dibatasi, dan itu juga berimbas pada aktivitas pekerjaan.
Selain itu yang harus dilakukan oleh pemkab, memastikan rakyatnya kembali bisa beraktivitas dan mencari penghidupan sendiri-sendiri. "Kalau uang saja buat makan di rumah pas-pasan, karena pandemi ini cukup membuat kita terpukul, malah kita ini disuruh "numbasi" makanan yang diluar, ini logika apa yang dipakai oleh Pemkab Lamongan dibawa komando pak Yes," tanya dia dengan nada heran.
Sementara itu, bupati dalam sambutanya menyebutkan kalau gerakan "Ayo Ditumbasi” itu adalah sebuah gerakan ditengah pandemi bagaimana membangkitkan dan menggairahkan kembali perputaran perekonomian di Kabupaten Lamongan. "Melalui gerakan ini kita juga libatkan masyarakat untuk turut membeli jajanan yang ada di sekitarnya”, Terang Bupati Yes usai melauncing gerakan “Ayo Ditumbasi” dengan menempelkan stiker pada gerobak pedagang kaki lima secara simbolis di halaman Pendopo Lokatantra.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Agus Suyanto, melaporkan bahwa Lamongan juga melaunching program One Cooperation One Product (OCOP). Program yang bertujuan memberdayakan koperasi melalui produk unggulan anggotanya agar mampu berdaya saing sehingga menciptakan kemandirian ekonomi koperasi seutuhnya.
Sedangkan yang menjadi pilot project ocop ini adalah 28 koperasi wanita se Kabupaten Lamongan di mana koperasi ini telah terbukti nyata mempunyai produk unggulan melalui pembinaan kepada anggota koperasi serta membantu memasarkan produk-produk tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yes menyerahkan Sertifkat PIRT dan Halal kepada pelaku usaha mikro, penghargaan kepada pemenang lomba Tik Tok Challenge untuk 3 Koperasi pemenang lomba dan menyerahkan piala kepada 3 pemenang lomba koperasi berprestasi. Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Yes juga memberikan santunan kepada pelaku UKM yang meninggal akibat covid-19.jir
Editor : Redaksi