Okupansi Hotel dan Restoran Mojokerto Turun Drastis Saat PPKM Level 4

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ngobrol seru dampak PPKM terhadap pariwisata Kota Mojokerto, Jumat (20/8/2021) yang bertempat di Topaz Sky, Ayola Sunrise Hotel, Kota Mojokerto. SP/Dwy AS
Ngobrol seru dampak PPKM terhadap pariwisata Kota Mojokerto, Jumat (20/8/2021) yang bertempat di Topaz Sky, Ayola Sunrise Hotel, Kota Mojokerto. SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemberlakuan PPKM Level 4 semakin memukul industri pariwisata dan perhotelan di Kota Mojokerto. Terbukti, sejak diberlakukan bulan Juli lalu, tingkat okupansi hotel merosot drastis hingga 70 persen.

Tak hanya itu, pendapatan dari sewa hall dan restauran juga jeblok hingga 100 persen akibat adanya kebijakan larangan dine in dan larangan resepsi pernikahan serta kegiatan meeting lainnya.

Chief Operating Office (COO) Topotels Hotels and Resort, Rudin mengatakan sektor perhotelan hingga saat ini belum mencapai faae pemukihan setelah dihantam pandemi Covid-19. Tingkat okuoansi hotel dalam beberapa bulan terakhir ini masih kembang kempis.

"Hotel tidak mencari untung pada saat ini, hanya bagaimana bisa bertahan untuk menutup biaya operasional harian. Dengan pemasukan yang terbatas harus melakukan penghematan luar biasa," jelasnya.

Rudin menyebut, tingkat hunian kamar hotel saat pemberlakuan PPKM menurun drastis dari semula terisi 70 hingga 80 persen, kini tersisa hanya sekitar 30 persen saja.

"Yang lebih parah itu hall dan restauran, karena kegiatan yang berhubungan dengan keramaian di larang saat PPKM. Sehingga hall kita tutup dan restauran hanya melayani dine in saja," ungkapnya.

Terpisah, Novi Rahardjo, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto mengatakan Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya memberikan pelayanan terhadap sektor pariwisata, olahraga, dan kebudayaan.

Pihaknya terus berupaya mencari solusi atas imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang.

"Rencana awal, yang kita beri kelonggaran adalah tempat olahraga dulu, itupun dengan prokes ketat dan pembatasan waktu," jelas Novi, seusai agenda ngobrol seru dampak PPKM terhadap pariwisata Kota Mojokerto, Jumat (20/8/2021) yang bertempat di Topaz Sky, Ayola Sunrise Hotel, Kota Mojokerto.

Ini dilakukan untuk menampung  antusiasme anak muda dalam berolahraga sehingga lebih terkontrol dan aman. Karena selama ini mereka melakukan olahraga di Gelora A. Yani Kota Mojokerto tanpa pengawasan.

Hal ini kemudian dibahas bersama Forkompimda Kota Mojokerto dan bersama komisi di DPRD untuk dicarikan solusinya. Skenario terbaik yang dijalankan adalah adanya kelonggaran. "Akhirnya Insyallah Minggu depan ini kita buka dulu selama tiga jam dengan prokes ketat," jelas Novi.

Selain di sektor olahraga, Novi juga menjelaskan sektor yang dinaunginya yakni sektor pariwisata. Ia memahami imbas PPKM yang berlangsung di sektor pariwisata dan perhotelan juga begitu signifikan.

"Mereka juga memohon ada kelonggaran, dan kita sarankan kalau memohonkan jangan minta yang nggak wajar dulu," jelasnya.

Novi meminta pengertian dan juga kerjasama antar stakeholder apabila kelonggaran ini bisa diberikan. "Kelonggaran yang wajar dulu. Ketika diizinkan pemangku kewenangan dan mereka bisa bertanggungjawab, tidak ada efek klaster baru maka kelonggaran yang lainnya bisa kita ajukan lagi untuk dipertimbangkan," jelsnya

Pemerintah Kota Mojokerto juga hadir dalam memberikan bantuan sosial. Salah satunya berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Mojokerto bagi para stakeholder yang terdampak.

"Itu sudah kami lakukan. Kami mencoba yang terdampak semuanya terus orang-orang yang datang ke komisi tadi kan juga terdampak akhirnya kami mencoba untuk mengusulkan," terang Novi.

Beberapa bantuan sosial telah digelontorkan terhadap sektor pelaku pariwisata di Kota Mojokerto. Pemerintah Kota Mojokerto juga terus berupaya memperbarui data usulan yang terdampak PPKM di sektor pariwisata.

"Kami fasilitasi dari sisi tempat hiburan dan Sektor perhotelan dan pariwisata, kami kolektif semuanya bahkan juga mengirim surat juga saling menambahi melengkapi," terangnya.

Data-data tersebut telah diajukan ke Dinas Sosial Kota Mojokerto sehingga beberapa dari mereka telah menerima.

"Akhirnya sudah terealisasi sebagian dari itu. Yang lain surat usulan ini masih proses verifikasi. Sehingga sebagian dari mereka yang kita ajukan sudah menerima," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Mutasi Besar-besaran di Polri Percepat Konsolidasi Internal

Mutasi Besar-besaran di Polri Percepat Konsolidasi Internal

Senin, 05 Okt 2026 08:06 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Legislor Gerindra mengatakan Kapolri tak akan kompromi dengan petugas yang menyalahgunakan kewenangan. Anggota Komisi III DPR RI,…

Indonesia, Lampaui Target Emas

Indonesia, Lampaui Target Emas

Senin, 05 Okt 2026 08:00 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:00 WIB

​SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Gelaran Asian Games 2026 resmi selesai hari ini Minggu (04/10/2026). Meski sudah selesai, kontingen Indonesia wajib berbangga ka…

Cemburu Baca Chat Mesra, Wanita Asal Sememi Bacok Tunangannya hingga Tewas

Cemburu Baca Chat Mesra, Wanita Asal Sememi Bacok Tunangannya hingga Tewas

Senin, 05 Okt 2026 07:58 WIB

Senin, 05 Okt 2026 07:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik– Warga Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digegerkan penganiayaan yang berujung kematian. Peristiwa tragis t…

Diduga Pungli, Oknum Lurah di Surabaya ‘Diparkir’ Jadi Staf Perpustakaan

Diduga Pungli, Oknum Lurah di Surabaya ‘Diparkir’ Jadi Staf Perpustakaan

Senin, 05 Okt 2026 07:56 WIB

Senin, 05 Okt 2026 07:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Oknum lurah di Surabaya dicopot karena diduga terlibat pungli pada 28 September 2026. Kini sang lurah ‘diparkir’ menjadi staf biasa…

Tak Ada lagi Diskotik Baru di Surabaya

Tak Ada lagi Diskotik Baru di Surabaya

Senin, 05 Okt 2026 07:53 WIB

Senin, 05 Okt 2026 07:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melarang pembukaan tempat hiburan malam baru. Di balik kebijakan tersebut terdapat persoalan ekonomi yang …

Tabligh Akbar Peringati Haul Ulama, Wabup Sumenep Tekankan Keteladanan dan Persatuan Umat

Tabligh Akbar Peringati Haul Ulama, Wabup Sumenep Tekankan Keteladanan dan Persatuan Umat

Minggu, 04 Okt 2026 17:55 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 17:55 WIB

SURABAYAPAGI com, Sumenep - Ratusan jamaah menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Haul Almarhum Muhammad Ali bin Sayyid Khotib dan Hasan bin Sayyid…