Wali Murid SMAN 1 Tarik Keluhkan Iuran Sukarela

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SMAN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo. SP/Hikmah
SMAN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo. SP/Hikmah

i

SURABAYA PAGI.COM, Sidoarjo - Sejumlah wali murid SMAN 1 Tarik Kabupaten Sidoarjo resah. Ini menyusul surat edaran komite sekolah yang meminta iuran sukarela yang dibayarkan setiap awal bulan senilai Rp. 160 ribu per murid.

Dalam surat tertanggal 8 September 2021 dan ditandatangani Ketua Komite Sekolah, Suhadak SH ini disebutkan jika berdasar hasil rapat Komite Sekolah dengan Kepala SMAN 1 Tarik, pada hari Rabu (1/9/2021) lalu, dihasilkan kesepakatan tentang iuran sukarela bagi murid Tahun Pelajaran 2021l/2022.

Diantaranya, iuran sukarela yang semula Rp. 225 ribu per bulan, sekarang disesuaikan menjadi Rp. 160 ribu per bulan. Selain itu, disebutkan, iuran ini dibayarkan setiap awal bulan terhitung mulai bulan Juni 2021 sampai dengan bulan Juli 2021.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Komite Sekolah menghimbau kepada seluruh orang tua atau wali murid peserta didik untuk segera melaksanakan kesepakatan bersama. Yakni membayar iuran sukarela setiap bulannya sesuai dengan ketentuan.

Iuran tersebut dapat dibayar secara tunai kepada petugas yang ditunjuk oleh sekolah yaitu Bapak Agus selaku Staf Tata Usaha SMAN 1 Tarik pada jam kerja sekolah.

Salah satu wali murid Kelas XI SMAN Tarik yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan pungutan sukarela tersebut. Pasalnya, saat penentuan nilai tarikan, wali murid tidak diajak rembugan sama sekali.

"Ujug-ujug di grup whatsapp wali murid ada edaran itu, seharusnya kan ada sosialisasi terlebih dahulu, minimal kita ini diajak rembugan," ujarnya.

Ibu tiga anak ini menyebut, jika itu sumbangan sukarela seharusnya tidak mencantumkan nilai. Sehingga wali murid yang tidak mampu secara ekonomi bisa memberi seikhlasnya.

"Ini sih bukan sukarela lagi namanya, tapi pemaksaan karena nilainya sudah ditentukan," tegasnya.

Sumber ini mengatakan, ditengah pandemi Covid-19 yang tak menentu ditambah lagi pemberlakukan PPKM  membuat ekonomi warga menjadi sulit. Sangat tidak etis jika muncul edaran pungutan yang tidak jelas peruntukannya.

"Sumbangan ini untuk apa, kita juga tidak tahu, seharusnya kan di dalam situ disebutkan secara jelas. Sehingga kita tidak punya pikiran negatif," pungkasnya.

Ketua Komite Sekolah, Suhadak saat dikonfirmasi melalui ponselnya tak membantah terkait pungutan iuran sukarela ini. Menurutnya iuran ini sifatnya tidak memaksa dan tak wajib dibayar oleh wali murid yang merasa tak mampu.

"Ini kan iuran sukarela, kalau merasa keberatan bisa dikomunikasikan ke pihak sekolah dan kita pasti tidak akan memaksa untuk membayar," ujarnya, Kamis (9/9/2021) pagi.

Ia menyebut, iuran itu nantinya akan digunakan untuk kebutuhan sekolah yang tidak ditanggung oleh pemerintah. Diantaranya, untuk pembayaran honorer Guru Tak Tetap (GTT) dan Pegawai Tak Tetap (PTT) di SMAN 1 Tarik.

"Memang sebagian ada yang ditanggung pemerintah, dan sebagian lagi ada yang tidak. Nah gaji mereka ini nantinya akan kita ambilkan dari iuran siswa ini," tegasnya.

Terkait penentuan besaran nilainya, Suhadak mengatakan itu berdasarkan  perhitungan kalkulasi kebutuhan anak sekolah yakni Rp. 350 ribu per anak.

"Setiap anak itu kalkulasinya sebesar Rp. 350 ribu, dan bantuan dari pemerintah hanya Rp. 190 ribu, sehingga yang harus ditanggung sekolah terhadap anak itu sebesar Rp. 160 ribu," cetusnya.

Suhadak mencontohkan, di DKI Jakarta, kebutuhan anak sekolah itu sebesar Rp. 600 ribu dan seluruhnya ditanggung oleh pemerintahan Provinsi setempat. Sehingga tak ada pungutan lagi yang dibebankan ke wali murid.

"Kalau kita kan lain, karena yang ditanggung pemerintah hanya sebagiannya saja, maka sisanya ya kita kembalikan lagi kepada murid melalui iuran sukarela ini," pungkasnya. dwi/hik

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Semak-semak Kering dan Ilalang diBakar Warga di Sekitar Rel KA Ganggu Perjalanan Kereta Api

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - TAR.tar.tar. Secara cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional demi menjaga…