Dugaan Korupsi Koni Pemkot Blitar Senilai Miliaran Rupiah Terus Bergulir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Situasi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Blitar. SP/Hadi Lestariono
Situasi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Blitar. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Ratusan massa yang tergabung dalam KRPK (Komite Rakyat Pemberantas Korupsi) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Blitar Selasa (31/11) pagi. 

Kali ini mereka meminta penyelesaian penyelidikan dugaan korupsi yang dilakukan Koni Kota Blitar bisa selesai pada tanggal 9 Desember yang bertepatan dengan Hari Anti Korupsi.

Seperti yang disuarakan Koordinator aksi Trijanto,  mengatakan aksi unjuk rasa kali ini sebagai tindak lanjut setelah mereka melaporkan adanya dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Blitar tahun 2017 hingga 2019.

 

Selain itu Triyanto bersama juru bicara lainya di depan Kantor Kejaksaan bergantian menyuarakan orasinya sambil  membawa temuan  bukti baru berupa screenshot chatting WhatsApp terkait  penggunaan dana dari Koni Kota Blitar yang diperoleh beberapa hari lalu sebelum turun aksi unjuk rasanya.

Selain itu,Trijanto menunjukan juga temuan data baru dugaan Korupsi KONI Kota Blitar pada tahun 2020 yang mencapai nilai 4,7 Miliar Rupiah, dimana bukti yang diperoleh KRPK dana itu diperuntukkan untuk beberapa cabor yang tidak sesuai, Triyanto menyuarakan bahwa  pihaknya sudah melakukan investigasi dan menemukan beberapa data dan bukti kuat adanya dugaan korupsi itu dan beberapa temuan kejanggalan. 

Diantaranya cabang olah raga pencak silat yang sudah dibekukan sejak 2017 silam, tapi kenyataanya sampai 2020 masih ada kucuran anggaran untuk cabor yang sudah dibekukan tersebut.

Sebelumnya KRPK dalam aksinya di tempat yang sama  juga menyerahkan bukti bukti adanya Mark up peralatan olahraga makanan minuman dan beberapa pengadaan lainnya, untuk itu Trijanto menuntut ada peningkatan tersangka pada tanggal 9 Desember yang merupakan tepat hari anti korupsi, karena pihak Kejaksaan sudah memeriksa saksi saksi, di antaranya pengurus Koni.

"Pak Jaksa kali ini kami minta penjelasan arah penyelidikan kasus dugaan Korupsi Koni Kota Blitar, setelah beberapa waktu lalu kita serahkan bukti bukti fisik dan rincian dugaan Korupsi setelah pihak kejaksaan melakukan.penyelidikan, untuk itu kami berharap tanggal 9 Desember mendatang mohon sudah ada penetapan para tersangka Korupsi, yang bertepatan tanggal 9 Desember merupakan Hari Anti Korupsi." Teriak Triyanto yang di sambut yel yel peserta Unras tangkap dan adili para tersangka Korupsi.

Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blitar Anwar Zakaria SH mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan bahan dan keterangan atau pulbaket, namun pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi saksi mulai dari pengurus dan pelatih, manajer, pemain dan beberapa ASN. Anwar juga belum bisa memastikan apakah perkembangan penyelidikan kasus ini bisa selesai sampai 9 Desember mendatang.

"Kami tetap menindaklanjuti Kasus ini (Koni) dan masih lakukan Pulbaket (pengepul bahan keterangan) dan sudah lakukan penyelidikan, untuk penetapan para tersangka pada tanggal 9 Desember saya rasa belum bisa terealisasi." Kata Anwar usainya menerima Bukti baru kasus Korupsi Koni dari KRPK pada Wartawan..

 

Untuk diketahui ratusan massa KRPK yang geruduk Kantor Kejaksaan untuk tuntaskan dugaan Korupsi Kasus Koni apemkot.Blitar drngan mrmbentabgkan poster yang berisi hujatan terhadap penyelenggara Konibada juga yang mencibir kinerja Kejaksaan Negeri Blitar atas lambannya penanganan Kasus Korupsi itu, ada juga yang kenakan ala Pocong Hitam berdiri di pagar Kantor Kejaksaan. Les

Berita Terbaru

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Lewat Perjanjian Kerja Sama, Pemkab Tekan Angka Pernikahan Anak di Situbondo

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Melalui menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para pihak yang berwenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo…

Petani Jombang Was-was, Harga Cengkeh Naik Tapi Hama dan Penyakit Mengancam

Petani Jombang Was-was, Harga Cengkeh Naik Tapi Hama dan Penyakit Mengancam

Kamis, 10 Sep 2026 15:16 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sejumlah petani cengkeh di Wonosalam, Jombang mulai merasa lega lantaran harga cengkeh mengalami kenaikan. Meski demikian, hal itu…

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Fraksi Demokrat Kompak Absen saat Gubernur Khofifah Bacakan Nota APBD 2027

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seluruh Anggota Fraksi Partai demokrat Jawa Timur kompak absen dalam Paripurna pembacaan Nota Keuangan Gubernur Jawa Timur…

Harga Cabai di Magetan Naik Tembus Rp72 Ribu per Kilogram saat Kemarau Panjang

Harga Cabai di Magetan Naik Tembus Rp72 Ribu per Kilogram saat Kemarau Panjang

Kamis, 10 Sep 2026 14:00 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI,com, Magetan - Musim kemarau panjang, sejumlah harga cabai di Pasar Sayur Magetan kembali naik karena pasokan cabai ke pasar berkurang. Padahal,…

Berkah Teriknya Kemarau Berkepanjangan, Perajin Batu Bata di Magetan Banjir Pesanan

Berkah Teriknya Kemarau Berkepanjangan, Perajin Batu Bata di Magetan Banjir Pesanan

Kamis, 10 Sep 2026 13:45 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Berkah teriknya matahari di musim kemarau panjang menjadikan proses pengeringan batu bata lebih cepat yang disertai peningkatan…

Embung dan Kanal Mengering, Musim Kemarau Susutkan 27 Sumber Air di Magetan

Embung dan Kanal Mengering, Musim Kemarau Susutkan 27 Sumber Air di Magetan

Kamis, 10 Sep 2026 13:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan mencatat sedikitnya 27 sumber air, mulai telaga, waduk, bendungan hingga…