Indah Kurnia Makin Gencar Sosialisasikan QRIS, Kali ini Sasar Komunitas Fotografi Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SurabayaPagi, Surabaya - Indah Kurnia bersama Bank Indonesia kian gencar menggelar Sosialisasi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital.
 
Saat ini, QRIS menjadi metode pembayaran digital yang kian diminati dan banyak digunakan dikalangan masyarakat.
 
Anggkota komisi XI- DPR RI Indah kurnia bersama Bank Indonesia menggelar bincang santai mensosialisasikan QRIS masa depan pembayaran digital Indonesia yang di gelar di Omah Sae Jl. Musi, Surabaya Jumat 10/12/2021.
 
Pada sosialisasi yang di gagas Indah Kurnia kali ini menyasar komunitas fotografer sport khususnya fotografer sepeda di Kota Surabaya. 
 
Melalui virtual Indah menyampaikan bahwa Fotografer ini merupakan bagian dari para pelaku ekonomi kreatif. Melalui para fotografer banyak dihasilkan karya seni berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.
 
Indah menjelaskan, komunitas fotografer di Kota Surabaya perlu diberi ruang berkreasi baik oleh Pemerintah Kota maupun oleh Bank Indonesia. Menurutnya jika itu terjadi maka potensi pertumbuhan ekonomi di kota Surabaya dapat terwujud.
 
Indah juga memberikan apresiasinya kepada Bank Indonesia beserta SDM nya yang sudah bekerja keras untuk menjaga dan membangkitkan perekonomian nasional. 
 
"Target QRIS tahun 2021 sebanyak 12 juta merchant sudah bisa dilampaui pada bulan November lalu", jelasnya. 
 
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Ikhsan yang berkesempatan hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surabaya memang sedang fokus menyiapkan tempat-tempat wisata yang bagus, yang instagramable. 
 
Sementara itu Defrialdy Bramasta perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menyampaikan saat ini QRIS sudah semakin banyak digunakan, bahkan moda transportasi seperti bus pun mulai menggunakan QRIS sebagai alat bayar.
 
Defrialdy Bramasta berharap dengan semakin gencarnya sosialisasi QRIS, para pelaku ekonomi kreatif dapat beralih menggunakan QRIS sebagai alat transaksi untuk kepentingan jual beli. By
 

 

Tag :

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…