Editor : Redaksi
Beri Edukasi Sablon Kemasan, Deprintz Bantu Pelaku UMKM Kembangkan Bisnis
SurabayaPagi, Surabaya - Banyaknya orang yang memulai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 seringkali terkendala sablon untuk kemasan produknya, sehingga ini menjadi perhatian Deprintz untuk membantu UMKM dengan menyediakan alat sablon yang mudah penggunaannya.
Beragam alat sablon mulai dari manual hingga semi otomatis yang fungsinya untuk memberikan merek dalam kemasan produk, dipamerkan oleh Deprintz di Showroomnya Jalan Raya Lidah Wetan Surabaya, menarik perhatian pelaku UMKM yang sedang mencari alat sablon dengan harga kompetitif.
Product spesialist Deprintz Robby Wibisono menjelaskan, beragam alat sablon yang dipamerkan ini bisa digunakan pelaku UMKM yang sedang mencari mesin untuk memberi merek dalam kemasannya dengan sangat mudah. Sehingga dapat menunjang kemasan produk UMKM di pasaran.
"Kita memang berinisiatif untuk mendukung para pelaku UMKM untuk bisa mengembangkan bisnisnya ke arah yang lebih baik," kata Robby. Rabu (22/12/2021).
Untuk menggunakan alat - alat sablon kemasan ini, meski pelaku UMKM tidak mempunyai pengetahuan menyablon kemasan produknya. Deprintz memberikan layanan edukasi dan pelatihan bagi pembeli mesin sablonnya.
"Jangan khawatir bagi para pelaku yang ingin membeli mesin di kita, karena sebelum membeli kita akan training dan demokan. Jadi customer bisa datang, bisa tanya-tanya bagaimana kegunaan mesinnya, bagaimana settingnya," terang Robby.
Sedangkan ketika mengalami masalah dengan alat sablon tersebut, teknisi perusahaan yang bergerak di bidang percetakan ini juga siap melayani secara daring ataupun luring.
"Teknisi kita bisa datang langsung ke tempat customer atau bisa dilakukan online by video call. Kalau ada masalah mengenai kendala dalam mesin, customer bisa langsung hubungi kita nanti akan di respon oleh tim teknisi kita. Kita bantu bagaimana solusinya," kata Robby.
Bagi salah satu pengunjung pameran alat sablon seperti Ismi Qonitah Azis, kehadiran beragam peralatan menyablon dengan harga kompetitif ini membuatnya ingin membuka jasa sablon setelah sebelumnya memproduksi minuman kekinian.
"Pengen melebarkan sayap jadi gak usah di bobanya, jadi usaha di yang jasa packagingnya," kata Qonitah.
Perempuan yang akrab disapa Nita tersebut ketika memproduksi minuman kekinian, dia selalu memanfaatkan jasa pihak lain untuk menyablon kemasan produknya. Dengan alat sablon kemasan manual maupun semi otomatis yang dipamerkan dalam acara ini, maka dia bisa mencetak mereknya sendiri bahkan membantu pelaku UMKM lainnya dalam hal kemasan.
"Sepertinya untuk sekarang ini bisnis tenant-tenant food sama soft drink lagi melejit. Saya pengennya buka usaha jasa packagingnya aja," ungkapnya. By
Tag :