SURABAYAPAGI, Surabaya - Selama ini PKS menilai selama ini perhatian pemerintah kepada petani dan nelayan masih dirasa kurang. Padahal petani dan nelayan merupakan satu ekosistem dalam membangun ketahanan pangan, baik secara nasional maupun lokal, khususnya di Surabaya.
"Perhatian pemerintah kepada petani dan nelayan masih kurang. Padahal mereka merupakan satu ekosistem dalam membangun ketahanan pangan, khususnya ketahanan pangan di Surabaya," ungkap Bendahara DPD PKS Kota Surabaya, Arif Fahrudin dalam kegiatan ekspedisi oren.
Arif Fahrudin menyampaikan kegiatan ekspedisi oren di awal tahun 2022 merupakan wujud pelayanan PKS kepada kaum petani dan nelayan, khususnya petani tambak yang ada di ujung timur Surabaya.
"Mengawali tahun 2022, PKS mengadakan ekspedisi oren. Ini bagian dari pelayanan PKS kepada para petani dan nelayan, khususnya petani tambak yang ada di kawasan ujung timur Surabaya," Ujar Arif.
Senada dengan Arif, Lilik Hendarwati dalam sambutannya menyampaikan PKS sebagai partai yang melayani rakyat terus berupaya memberikan perhatian kepada para petani dan nelayan. "PKS terus berupaya memberikan perhatian kepada petani dan nelayan," Ujarnya
Fraksi PKS baik di tingkat Provinsi maupun Kota terus memberikan advokasi kepada para petani dan nelayan, "Semua Keluh kesah dari teman - teman petani dan nelayan, Fraksi PKS terus melakukan advokasi baik itu di tingkat Provinsi maupun Kota, " Tambah Lilik yang juga bendahara DPW PKS ini.
Ekspedisi oren merupakan program awal tahun bidang Petani Pekerja dan nelayan DPD PKS Kota Surabaya. Dengan sub kegiatan diantaranya panen raya petani tambak.
Dengan dilepas oleh Lilik Hendarwati, tim ekspedisi menuju ke lokasi panen raya. Menempuh perjalanan selama 60 menit dari titik kumpul di daerah Keputih. Dengan menggunakan perahu nelayan setempat. Tim ekspedisi melewati rute yang tidak mudah, yaitu kawasan hutan mangrove yang dipenuhi dengan pohon mangrove yang menjalar di sepanjang rute.
Terakhir, hasil panen raya, sebanyak 200 kg sebagian dibagikan PKS kepada masyarakat sekitar. Alq
Editor : Mariana Setiawati