Surabaya Terapkan PTM 100 Persen, Orang Tua Keluhkan Pembelajaran Tak Efektif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa YPPI 1 Surabaya saat mengikuti pembelajaran tatap muka. SP/SAMMY MANTOLAS 
Siswa YPPI 1 Surabaya saat mengikuti pembelajaran tatap muka. SP/SAMMY MANTOLAS 

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Pemerintah kota Surabaya per hari ini, Senin (10/01/2021) mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100�gi siswa SD dan SMP.

Penerapan PTM 100% ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan pada 21 Desember 2021 lalu.

Dari pantauan Surabaya Pagi, sejumlah siswa nampak antusias mengikuti pembelajaran tatap muka, setelah hampir 2 tahun belajar dari rumah atau sekolah online.

Salah satu siswa SMP YPPI 1 Surabaya kelas 7, Tiara misalnya. Mengaku merasa senang dengan diberlakukan kembali PTM. Ia juga berharap, agar kebijakan tersebut tidak hanya sebagai ajang uji coba melainkan dapat berlaku permanen.

"Ya tentunya senang. Bisa berkumpul dengan teman-teman dan mendengar langsung penjelasan guru di depan kelas. Kan selama ini hanya dengar secara virtual," kata Tiara kepada Surabaya Pagi.

Perlu diketahui, PTM 100% yang dilakukan oleh pemkot Surabaya dibagi dalam 2 shift. Untuk shift pertama bagi siswa SD mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, untuk shift dua akan dimulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB.

Sementara untuk SMP, shift pertama dimulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB, lalu shift kedua pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Kendati sebagian besar mengapresiasi adanya PTM, namun tak sedikit pula yang menolak adanya PTM. Salah satunya dari para orang tua siswa. Bu Ayu misalnya. Menurutnya, pemberlakuan PTM saat ini terbilang tidak efektif.

"Ya gak efektif mas. Belajar di sekolah hanya 2 jam. 2 Jam itu belajar apa saja. Sementara setiap harinya ada sekitar 2 sampai 3 mata pelajaran. Masa 1 mata pelajaran hanya 1 jam," kata Ayu kepada Surabaya Pagi.

"Apalagi kita harus antar jemput anak ke sekolah. Kalau orang tua yang profesi ibu rumah tangga mudah saja. Tapi kalau seperti saya yang juga bekerja akan kesulitan. Setiap 2 jam, izin untuk jemput anak," tambahnya.

Bu Ayu sendiri memiliki 2 orang anak yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SD dan 4 SD. Menurutnya, sebelum PTM diberlakukan, para wali murid diminta mengisi dokumen survey terkait persetujuan orang tua untuk diadakan PTM.

"Waktu itu saya isi tidak setuju," aku Bu Ayu.

Terkait ketidakefektifan belajar akibat waktu yang terbatas, juga diamini oleh Kepala Sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Titris Hariyanti Utami.

Kendati begitu, pihak sekolah terus berkoordinasi dengan orang tua siswa khususnya berkaitan dengan pendampingan belajar anak di rumah.

"Karena ini kerjasama bersama antara sekolah dan orang tua. Untuk PTM, kami akan jelaskan bahwa seminggu ini adalah pembiasaan dan adaptasi kembali bagi siswa. Nah jika dalam 1 atau 2 minggu berjalan baik,  kita akan buat satu shift dan jam pelajaran bertahap diperpanjang," kata Titris menjelaskan.

Hal yang terpenting dari PTM, lanjutnya, bukan pada kehadiran siswa di sekolah atau nilai akademik, melainkan pada nilai-nilai moral nilai moral dan tanggung sosial anak.

Kalau di sekolah banyak nilai-nilai moral yang bisa muncul dengan sendirinya pada anak, seperti cara dia menghargai guru dan teman, taat pada aturan, bagaimana membangun hubungan dan cara berkomunikasi yang baik dengan teman, nilai-nilai yang tidak didapat kalau belajar dari rumah," kata Titris

Soal PTM sendiri, pihaknya sedari awal telah mempersiapkan sejumlah skema khususnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan ketika siswa berada di sekolah. Rekayasa jalur keluar masuk siswa pun telah dipersiapkan oleh sekolah sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan.

"Kita sudah siap, kita sudah atur semua. Mulai dari bagaimana siswa datang ke sekolah, di kelasnya seperti apa, bahkan ketika mereka pulang pun kita atur," katanya.

Berkaitan dengan ketidakefektifan PTM, juga ditanggapi oleh Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban.

Menurut Zubairi, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah apapun bentuknya tak terkecuali PTM, wajib mempertimbangkan kondisi pandemi.

Saat ini, situasi pandemi di Indonesia sangat dinamis. Ditambah lagi, Indonesia kini diperhadapkan dengan ancaman varian omicron yang dari evidence di lapangan, penularannya mencapai 400 persen atau lebih cepat 4 kali lipat dari varian delta.

Data dari Kementrian Kesehatan, sejak kasus pertama Omicron pada 16 Desember 2021 hingga 8 Januari 2022, telah ada sekitar 414 orang yang terkonfirmasi omicron. Di Surabaya sendiri, telah ditemukan 2 pasien omicron.

"Karena naik kasusnya, ya menurut saya jangan 100 persen, diberi opsi kembali 50 persen dan orangtua dapat pilihan untuk daring," katanya.sem

Berita Terbaru

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…