Miris, Pasar Manukan Tama Surabaya Tampak Sepi Pembeli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana Pasar Manukan Tama yang sepi.
Suasana Pasar Manukan Tama yang sepi.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Situasi di Pasar ManukanTama, sepi pembeli. Hanya terlihat beberapa orang yang mampir untuk melihat-lihat tas dan pakaian.

Pantauan Surabayapagi.com, Jumat(21/1/2022), sebagian pedagang yang berjualan di pinggir jalan, memilih menutup lapak dagangannya. Mereka terpaksa menutup lapak lantaran kondisi pembeli di Pasar Manukan Tama tak lagi ramai seperti sebelumnya.

Salah satu pedagang baju, Sumi (35), mengatakan Pasar Manukan Tama sangatlah sepi semenjak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) . Dalam beberapa hari terakhir Sumi mengaku barang yang dibawa pulang keliatan banyak.

"Ya gimana, keadaan sekarang sepi pembeli nggak seperti dulu. Saya juga bingung. Saya juga punya keluarga yang harus dihidupi," kata Sumi saat ditemui.

Sumi pun kini bingung bagaimana menyambung hidup dengan keadaan seperti sekarang ini, sedangkan dia masih mempunyai anak yang masih sekolah.

Ditambah lagi, banyak pembeli yang menawar harga di bawah harga pasaran. "Kadang pembeli juga nawarnya kelewatan. Kalau nggak dikasih, malah nggak jadi beli. Sedangkan sekarang serba susah," keluhnya.

Tak jauh dari lokasi pasar Manukan Tama, Bagus (25) bersama istrinya yang berdagang perlengkapan sekolah, juga memiliki keluhan yang sama akibat kian sepinya pembeli di Pasar Manukan Tama.

"Ya gimana, Mas, sekarang emang gini kondisinya, sepi yang datang, harus mati-matian bertahan menyambung kehidupan" ungkap warga Manukan ini.min

Berita Terbaru

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Ngaku Jadi Korban Proyek Fiktif, Warga Gresik Polisikan Eks Wabup Lamongan

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan penipuan berkedok kerja sama proyek pembangunan ruko di kawasan Pasar Wisata, Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, m…

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Biaya Resmi Rp600 Ribu, Pengurusan Izin Sumur PDAM ‘Disulap’ Jadi Rp375 Juta

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pengurusan perpanjangan izin pemanfaatan air tanah untuk 21 titik sumur milik Perumda Air Minum Banyuwangi menelan biaya hingga…