Kadernya Ditangkap Densus 88, Amien Rais, Masih Tutup Mulut!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Amien Rais
Amien Rais

i

RH, anak buah Prof Amien Rais, Ditangkap Diduga terlibat Teroris di Bengkulu

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Akhirnya perjalanan karir politik Prof. Dr. Amien Rais, terganjal atas penangkapan RH, kadar Partai Umat yang didirikan Amien Rais. RH, sejauh ini dikenal sebagai dosen di Bengkulu dan kader Partai Ummat.

Densus 88 Antiteror yang menangkap salah satu tersangka teroris berinisial RH, masih usut kader Partai Ummat.

Sejauh ini DPW Partai Ummat Bengkulu belum menonaktifkan RH. Masih menunggu kepastian hukum dan kajian dari DPP Partai Ummat. Juga Amien Rais, sampai semalam masih tutup mulut atas penangkapan RH.

Sebaliknya, Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang didirikan sejak reformasi 1998 mendukung proses hukum terhadap siapapun yang ingin mengubah ideologi Pancasila, termasuk RH.

"PAN berpendapat bahwa siapapun yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara dengan ideologi lain dan ingin mengubah negara nasional yang berbentuk republik dalam sistem pemerintahan demokrasi dengan bentuk dan sistem lain adalah musuh negara," kata Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, kepada wartawan, Senin (14/2).

Sementara Juru Bicara Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya menyinggung kinerja Densus 88 yang dinilainya kurang baik selama ini.

Menurutnya, pemerintah mesti mengevaluasi prosedur kerjanya. “Melihat track record Densus 88 di dalam proses penangkapan terduga teroris yang tidak baik, kami mengusulkan pemerintah mengevaluasi prosedur bekerja Densus, sehingga tidak menjadi teror bagi masyarakat," kata Mustofa kepada wartawan, Senin, (14/2/2022).

Mustafa menegaskan pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada RH. Status RH saat ini sebagai kader Partai Ummat dan juga dosen pengajar di Bengkulu. Lalu, RH juga anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu.

 

RH, Ditangkap Berdasarkan Bukti

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar, ikut memberikan respons atas tudingan Partai Ummat yang menyebut lembaganya mempunyai track record yang tidak baik lantaran menangkap kadernya di Bengkulu.

"Secara internal, di Polri ada perangkat-perangkat pengawas terhadap kinerja Densus 88. Demikian pula eksternal, berbagai stakeholder terkait, termasuk Komnas HAM hingga lembaga peradilan yang menyidangkan kasus-kasus terorisme yang ditangani oleh Densus 88," cetusnya, dilansir detikcom, Senin (14/2/2022).

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa selama ini Densus 88 menangkap tersangka teroris berdasarkan alat bukti yang ada.

Karena itu, pihaknya menegaskan tidak pernah melihat status seseorang, termasuk kader Partai Ummat.

 

RH Terlibat Jaringan Teroris

Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli tak habis pikir dengan kelakuan elite Partai Ummat yang memberi pembelaan terhadap RH, salah satu kader yang didicuk karena ditenggarai terlibat jaringan terorisme.

RH merupakan kader DPW Partai Ummat Provinsi Bengkulu yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Densus 88.

"RH ditangkap krn TERLIBAT dgn jaringan terorisme, BUKAN krn sbg kader Partai Ummat, tp kok Partai Ummat susah2 & beresiko belain RH, kan goblok. Disebut bahaya krn membela yg terlibat jaringan terorisme," jelas Guntur Romli lewat cuitan di akun Twitter-nya dukutip Senin, 14 Februari.

Gus Romli, sapaan akrabnya, pun memberi pertanyaan serius pada Partai Ummat mengenai aktivitas RH. Apakah yang bersangkutan tengah diberi tugas sebagai kader saat terlibat jaringan terorisme?

"Kalau iya, wajar dibela. Tp pertanyaannya: apa Partai Ummat memang punya program terlibat dgn jaringan terorisme? RH ditangkap krn terlibat jaringan terorisme, bukan sbg kader Partai, kok partainya malah beri bantuan hukum? Apa RH saat terlibat jaringan terorisme ada tugas partai?," kata Gun Romli. n Er, jk, 07

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …