Editor : Redaksi
Hadirkan Konser Doeloe dan Kini, Indah Kurnia Apresiasi Musisi Wanita Surabaya Pada Peringatan Hari Kartini
i
SurabayaPagi, Surabaya - Para srikandi menampilkan suara emas dalam gelaran Konser Doeloe dan Kini persembahan Indah Kurnia melalui Surabaya Entertainment Club (SEC) di Amphitheater Pakuwon City Mall Surabaya Timur, Sabtu (23/4/2022).
Konser Doeloe dan Kini tersebut menampilkan penyanyi masa kini dan yang telah malang melingtang didunia tarik suara seperti, Ani Budiman, Puri Rahayu, Ervina dan masih banyak lagi.
Salah satunya ialah penyanyi legendaris asli Surabaya bernama Theodora Monica Ervin, atau dikenal dengan nama panggung Ervinna.
Ervina merupakan penyanyi ternama yang dikenal pada era 80-an, dan masuk dalam jajaran The Ten Best Singer of South East Asia. Pada acara ini Ervina membawakan lagu berjudul Wanita, Medley chacha, dan She'll Never Love you like I do + Pepito.
Tidak Hanya Ervina, Gelaran Konser Doeloe dan Kini juga menampilkan penyanyi tuna netra bernama Kiki yang kali ini membawakan sebuah lagu berjudul Angin Mamiri.
Tak hanya bersenandung, Kiki juga membawakan lagu tersebut sambil memainkan keyboard di dampingi oleh Indah Kurnia.
Gelaran Konser Doeloe dan Kini sesi ke 2 kali ini, Indah Kurnia mengusung tema Hari Kartini, itu sebabnya para seniman perempuan mendominasi gelaran konser kali ini.
Pertunjukan kedua usai sukses menuai respon positif saat gelaran konser perdana dengan tajuk serupa pada bulan lalu. Pembina SEC Indah Kurnia mengakui jarak konser kedua ini memang lebih cepat.
"Sebenarnya acara itu tidak dibuat rutin. Tapi responnya luar biasa," kata Indah.
Berkat konser perdana kala itu, sejumlah penyanyi legendaris mulai berani muncul berpartisipasi.
Gayung bersambut, April ini merupakan langkah lanjutan bertepatan dengan perayaan Hari Kartini. Indah menggandeng sejumlah penyanyi wanita bersuara emas. Ada Ani Budiman, Ainun Nadhifa, Miniarti, Ervina, Puri Rahayu, Trio JOTIBET (Johanna, Tina, Betty).
"Karena memang ladies entertainer, jadi semua putri. Kecuali pemusiknya," ujar Indah Kurnia.
Selain itu, sebagai upaya mengapresiasi dan menjaga warisan budaya, Anggota Komisi XI DPR-RI ini juga mengundang penari tradisional wanita Langen Siswo Budoyo asuhan Rika Yadi. Mereka rerata berusia di atas 60 tahun.
"Mereka merupakan bagian dari sejarah permusikan dan kesenian di Surabaya. Mereka memberikan kebahagiaan pada kita beberapa waktu lalu," ujar Indah yang mengaku kerap menonton acara budaya sejak kecil.
"Saya bisa menari wayang dan pernah tampil juga," tambahnya seraya tersenyum.
Indah sendiri merupakan salah satu tokoh yang aktif menjadi motor penggerak bagi para seniman Kota Pahlawan.
Para bintang panggung lokal tersebut harus bertahan di tengah berbagai kondisi termasuk pandemi Covid-19.
Hingar bingar dunia hiburan sempat terhenti. Roda perekonomian para musisi turut terimbas.
Oleh karena itu, Indah berharap ada keberpihakan dari pemerintah daerah maupun tempat-tempat hiburan untuk memberi panggung bagi para musisi lokal.
"Jangan pakai orang yang sudah terkenal saja, tapi orang lokal harus diangkat. Jangan kalau ada event besar yang dikasih panggung itu musisi besar," ujarnya.
Indah mendirikan SEC sejak tahun 2005. Dia sangat aktif menggaet musisi kota sendiri saat acara-acara besar. Orientasinya bukanlah keuntungan. Tapi sebuah apresiasi bagi para seniman.
"Saya hanya ingin memberikan rasa percaya diri kepada musisi-musisi khususnya Surabaya yang kualitas permainannya nggak kalah dengan musisi nasional, tapi mereka memang tidak berangkat ke Jakarta. Mereka bertahan di Surabaya. Itu harus diapresiasi," kata Indah Kurnia. By
Tag :