Gawat Jelang Idul Qurban, Penyebaran Virus PMK di Lamongan Terus Menyebar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ternak sapi di Lamongan terus was-was karena virus PMK terus meluas dan harga sapi menjadi turun drastis. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Ternak sapi di Lamongan terus was-was karena virus PMK terus meluas dan harga sapi menjadi turun drastis. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dua Minggu jelang hari raya qurban, penyebaran virus atau penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Lamongan kian meluas. Terbaru, tersisa hanya 2 kecamatan dari 27 kecamatan di Lamongan yang zero PMK.

Informasi yang diterima surabayapagi.com dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan menyebutkan, dari 27 Kecamatan di Lamongan, ada sebanyak 25 kecamatan yang terserang wabah PMK, dan menyisakan dua Kecamatan.

Dua kecamatan yang zero PMK adalah Kecamatan Deket dan Karangbinangun. "PMK sekarang sudah meluas di 25 kecamatan, yang tertinggal hanya 2 Kecamatan Deket dan Karangbinangun yang zero PMK," kata Medical Veterinary Disnakeswan Lamongan, Rahendra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/6/2022).

Rahendra mengungkapkan, untuk Kecamatan Karanggeneng dan Kecamatan Glagah, PMK hanya menyerang pada ternak kambing dan sampai hari ini belum menyebar ke sapi. Jumlah ternak sapi yang terjangkit PMK pun, menurut Rahendra, terjadi penambahan jumlah yang cukup banyak yaitu ada sebanyak 2.900 ekor sapi yang terjangkit PMK. "Untuk ternak kambing juga bertambah, sebelumnya 30 ekor kini bertambah menjadi 40 ekor kambing yang terjangkit PMK," ujarnya.

Menurut Rahendra, meluasnya PMK di Lamongan ini harus tetap diwaspadai dan diminimalisir penyebarannya. Caranya, terang Rahendra, diantaranya adalah dengan menjaga kebersihan kandang, penyemprotan disinfektan dua hari sekali, pemberian vitamin dan obat untuk sapi atau kambing yang terjangkit PMK. 

Rahendra menyebut, sampai saat ini pengawasan lalulintas hewan ternak di Lamongan juga semakin diperketat dimana sapi dan kambing dari Lamongan tidak boleh keluar daerah dan sebaliknya. "Disnakeswan Lamongan juga tidak akan mengeluarkan surat keterangan bagi mereka yang hendak membawa sapi keluar karena memang dilarang," tandasnya.

Sementara itu, mengantisipasi penyebaran PMK, Polres Lamongan juga melakukan penjagaan di Pasar Hewan dan Pemilik Ternak Hewan di rumah masing-masing. Petugas kepolisian bersama aparat terkait mulai dari Polres hingga Polsek melaksanakan pemantauan dan koordinasi terhadap pemilik kandang ternak sapi. 

"Muspika dan Dinas Peternakan terus melakukan pemantauan dan pencegahan, baik pembelian dan penjualan dari dan akan ke wilayah tersebut guna memastikan tidak menyebarnya virus PMK di wilayah Lamongan," kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana. jir

Berita Terbaru

Hadirkan Sertifikasi BNSP hingga Business Matching, IKABOGA Perkuat Bisnis Kuliner dalam Rakernas IX 2026

Hadirkan Sertifikasi BNSP hingga Business Matching, IKABOGA Perkuat Bisnis Kuliner dalam Rakernas IX 2026

Kamis, 05 Nov 2026 15:02 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperkuat sektor kuliner pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) dalam…

Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Kamis, 05 Nov 2026 13:39 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seluruh proses…

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Ditlantas Polda Jatim berkolaborasi bersama Satlantas Polres Blitar dan stakeholder terkait melakukan inspeksi dan rampchek angkutan…

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Potensi pasar perlengkapan dan bahan bangunan di Surabaya Timur semakin menarik perhatian pelaku ritel modern. Pertumbuhan kawasan h…

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Melihat sejumlah kondisi bangunan yang dinilai sudah mengalami kerusakan berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai…

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Kemunculan seekor buaya saat banjir lahar Gunung Semeru kembali menggegerkan warga di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian,…