Tiga Sosok Kandidat Kuat di Pilpres 2024 Pilihan Milenial

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Diskusi Umum Kriteria Capres, Siapa Sosok yang Dianggap Cerdas dan Visioner? yang diselenggarakan oleh Universitas Dr. Soetomo, Kamis (14/7). SP/ALQ
Diskusi Umum Kriteria Capres, Siapa Sosok yang Dianggap Cerdas dan Visioner? yang diselenggarakan oleh Universitas Dr. Soetomo, Kamis (14/7). SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - 60 persen pemilih di Pilpres 2024 mendatang didominasi oleh kalangan milenial dan gen Z. Sehingga calon presiden yang cerdas dan visioner menjadi hal yang paling diminati anak-anak muda ini.

Jelang Pelaksanaan Pemilihan Presiden 2024 muncul tiga nama kandidat bakal calon Presiden  teratas yang sering muncul di hasil survei. Tiga nama itu adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Hal yang menarik di Pilpres mendatang adalah tidak adanya calon incumbent.

Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo Surabaya Rosnindar Prio E.R mengatakan generasi muda saat ini memiliki kriteria seperti apa Presiden idaman mereka kedepan. "Untuk sementara hasil survei sampai April kemarin termasuk dari Nusakom Pratama tiga orang (Anies, Ganjar, dan Prabowo) itu yang sering disebut, untuk 2024 milih siapa ya kita nggak tahu, tapi kecenderungannya seperti itu," jelasnya saat menjadi pembicara dalam diskusi Umum Kriteria Capres, Siapa Sosok yang Dianggap Cerdas dan Visioner? yang diselenggarakan oleh Universitas Dr. Soetomo, Kamis (14/7).

Sebagai pemilih muda, menurutnya kebanyakan menginginkan kandidat capres yang memiliki kecerdasan. Jika kecerdasan dikaitkan dengan riwayat pendidikan, maka Anies Baswedan menjadi salah satu capres yang lebih unggul dibandingkan kedua calon lainnya.

Prabowo Subianto merupakan pria lulusan AKABRI tahun 1974. Sedangkan Ganjar Pranowo merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada dan Magister ilmu Politik UI tahun 2013.

"Kriteria tambahan yang ada juga mengarah ke pak Anies ya, soal cerdas, soal visioner, kita juga bisa lihat track record soal pendidikan akademisnya juga yang paling tinggi diantara yang lain," ungkap peneliti dari Nusakom Pratama ini.

Namun, jika dibandingkan dengan dua calon lainnya, hanya Anies yang bukan merupakan kader struktural partai. Meski demikian, dinamisnya peta politik masih memungkinkan Anies mendapat rekom dari partai seperti ketika dirinya maju ke Pilgub DKI Jakarta pada 2017 lalu.

"Saya kira peluang masih terbuka lebar, kita ambil contoh pak Anies sendiri beberapa tahun yang lalu ketika maju Gubernur DKI juga diusung oleh beberapa daerah, contoh yang lain adalah Tri Rismaharini di Pilwali Surabaya," pungkasnya.

Sementara itu, Drs. Machmud Suhermono yang juga menjadi pembicara mengungkapkan, jika Pilpres 2024 mendatang akan sangat cair apalagi dengan tidak adanya incumbent. Partai-partai yang berbeda ideologi bisa saja menjadi satu koalisi untuk mengusung calon.

"Isu terakhir misalnya Anies Baswedan dan Puan, secara ideologis ini kan bagus, artinya ada pertemuan kelompok kanan dan kelompok nasionalis, kalau ini diwujudkan saya kira ini akan jadi alternatif, tapi kan tetap partai akan melihat hingga pendaftaran Oktober 2023," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, di Pilpres 2024 mendatang, memiliki posisi yang kemungkinan sama. Pasalnya, sebelum Pilpres seluruh Gubernur telah mengakhiri masa jabatannya.

Sehingga menurutnya, selama dua tahun ini para calon perlu memoles diri dan meningkatkan popularitasnya agar dilirik partai untuk maju menjadi Capres.

"Ganjar akan turun dari jadi Gubernur, Anies Baswedan juga sudah selesai, jadi mereka diluar semua, nah kesempatannya untuk memanfaatkan dan menjaga popularitas dan elektabilitasnya itu," katanya. Alq

Berita Terbaru

Buntut Masalah Status Tanah, Pemkab Probolinggo Pindahkan KDKMP Kandangjati Kulon

Buntut Masalah Status Tanah, Pemkab Probolinggo Pindahkan KDKMP Kandangjati Kulon

Kamis, 05 Nov 2026 11:07 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menindaklanjuti terkait kepemilikan tanah di atas bangunan koperasi yang sudah dibangun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Pemuda dan Ulama Perkuat Gerakan Antinarkoba

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Pemuda dan Ulama Perkuat Gerakan Antinarkoba

Kamis, 05 Nov 2026 11:01 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memberantas peredaran narkotika dan minuman keras serta melindungi generasi muda, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak…

Perketat Keamanan MBG, Pemkab Sidoarjo Dorong 3 SPPG Segera Penuhi Syarat SLHS

Perketat Keamanan MBG, Pemkab Sidoarjo Dorong 3 SPPG Segera Penuhi Syarat SLHS

Kamis, 05 Nov 2026 10:56 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna meningkatkan dan memperketat keamanan makanan bagi penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga,…

Tuntaskan Program Akhir Tahun, DPMD Jatim Resmi Gelar Rakor Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Se-Jawa Timur

Tuntaskan Program Akhir Tahun, DPMD Jatim Resmi Gelar Rakor Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Se-Jawa Timur

Kamis, 05 Nov 2026 10:52 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pijar semangat penuntasan program kerja akhir tahun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur menggelora. H…

Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Pemkab Situbondo Bentuk Enam "Destana"

Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Pemkab Situbondo Bentuk Enam "Destana"

Kamis, 05 Nov 2026 10:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi ancaman bencana alam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Residivis Narkoba di Manyar Diciduk, 57,96 Gram Sabu Siap Edar Disita Polisi

Residivis Narkoba di Manyar Diciduk, 57,96 Gram Sabu Siap Edar Disita Polisi

Kamis, 05 Nov 2026 10:22 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Bisnis haram peredaran narkotika di Kabupaten Gresik kembali terbongkar. Kali ini, Satresnarkoba Polres Gresik meringkus GNW (28), s…