Dinilai Bermasalah, PSSI Beri Hukuman Kepada Tiga Wasit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – PSSI memberikan jawaban atas protes Persebaya Surabaya mengenai kepemimpinan tidak profesional yang dilakukan oleh tiga wasit beberapa waktu lalu di Liga 1 2022/2023.

Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh menyampaikan apabila ada berbagai macam hukuman yang diterapkan untuk wasit yang bermasalah.

"PSSI berharap seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas sesuai Law of The Game (LOTG)," kata Ahmad Riyadh dari laman PSSI.

Persebaya Surabaya merasa dirugikan dalam dua laga sebelumnya yakni pada  saat Persebaya ditahan imbang Madura United 2-2, dan ditumbangkan oleh Borneo FC 2-1.

Wasit dinilai tidak profesional dalam mengemban tugasnya mulai dari menganulir gol hingga pelanggaran keras yang hanya berbuah kartu kuning.

PSSI memberikan hukuman kepada 3 wasit yang bertugas di BRI Liga 1 2022-2023 pada Minggu (21/8/2022). Tiga wasit tersebut diantaranya adalah Wasit Mansyur (Persebaya Surabaya vs Madura United), Wasit Sance Lawita (Persebaya Surabaya vs Borneo FC) dan Asisten Wasit Sudarmono (Persebaya Surabaya vs Madura United).

Wasit Mansyur diganjar hukuman 10 pekan, 2 kali KMI, dan baru bisa bertugas kembali pada pekan ke-14. Kedua, wasit Sudarmono mendapatkan hukuman 6 pekan dan baru bisa bertugas pada pekan ke-10. Sedangkan wasit Lawita tidak diizinkan memimpin laga Liga 1 2022/23 selama delapan pekan ke depan dan baru bisa kembali memimpin pada laga pekan ke-16.

Ahmad Riyadh menambahkan bahwa wasit akan diberi pembinaan tanpa tugas apabila tidak menjalankan tugas dengan benar.

"Setiap wasit yang menjalankan tugas dengan baik pasti ada award. Namun bila tidak menjalankan tugas dengan baik akan ada pembinaan tanpa tugas," lanjut Ahmad.

Pria yang juga Ketua Asprov Jawa Timur ini menambahkan bahwa wasit-wasit yang belum pernah mendapatkan pembinaan khusus tanpa tugas agar berhati-hati menjalankan tugas. Ia berharap mereka tetap fokus dan jalan tugas sesuai LOTG.

"Untuk perangkat pertandingan yang sedang menjalani pembinaan khusus tanpa tugas, tentu kami akan memberikan semangat dan akan melakukan meeting menanyakan kesiapan mental serta fisiknya agar ke depannya tidak melakukan kesalahan, "ujarnya.

Pembinaan tanpa tugas, lanjut Ahmad, bakal berlangsung hingga wasit yang dimaksud sudah benar-benar siap kembali ke lapangan.

Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso menganggap masing-masing hukuman sudah melalui proses pertimbangan yang panjang.

"Durasi hukuman terhadap wasit yang dianggap bersalah dalam memimpin sebuah pertandingan tentunya sudah diperhitungkan oleh pihak yang berwenang," tutur Aji Santoso.

Aji berharap hukuman berat ini bisa menjadi pelajaran bagi para pengadil lapangan untuk melaksanakan tugasnya lebih maksimal lagi.

"Mudah-mudahan ke depannya sudah bisa tidak ada lagi perangkat pertandingan yang mendapatkan hukuman lagi. Artinya, pengadil di lapangan bisa memimpin pertandingan dengan baik walaupun melakukan kesalahan itu karena kesalahan yang di luar batas manusia normal tidak ada unsur kesengajaan," tutup Aji Santoso. sb

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…