Survei Pilgub Jatim Versi SSC

WhatsApp Paling Berpengaruh, Duet Khofifah-Emil Masih Favorit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peneliti SSC Surokim Abdussalam dan Mochtar W Oetomo (kiri) saat menyampaikan hasil survey di Surabaya, Senin (29/8/2022). SP/Riko Abdiono
Peneliti SSC Surokim Abdussalam dan Mochtar W Oetomo (kiri) saat menyampaikan hasil survey di Surabaya, Senin (29/8/2022). SP/Riko Abdiono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dari hasil riset yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) dengan responden masyarakat Jatim, menunjukkan bahwa media sosial atau medsos WhatsApp merupakan platform yang paling sering diakses. Sehingga Whatsapp punya potensi dapat memberikan pengaruh dalam menentukan pilihan politik. 

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam mengungkapkan mayoritas responden menunjukkan jika WhatsApp menjadi medsos yang paling sering diakses. “Setidaknya 54 persen responden yang mengungkapkan hal ini. Sementara medsos lainnya yakni facebook 10,5 persen, kemudian medsos lainnya hanya mencapai persentase di bawah 10 persen saja, seperti Instagram dengan 6,9 persen, Youtube dengan 6,1 persen, TikTok ada 3,2. Sementara Telegram dan Line keduanya 0,1 persen,” jelas Iksan.

Lebih lanjut, tutur Rokim pengaruh medsos dalam pilihan politik ini cukup besar, yakni 57,6 persen berpengaruh. “Pengaruh media dalam pilihan politik memang cukup besar, namun sebanyak 34 responden tidak berpengaruh. Bahkan 8,4 persen yang menjawab tidak tahu atau tidak memilih,” urai Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini.

Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 01-10 Agustus 2022 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

Pasangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak masih diminati warga dalam kontestasi Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim tahun 2024 mendatang. Dari survei yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC), elektabilitas Khofifah masih berada di puncak dengan perolehan 30 persen. Disusul Tri Rismaharini 12,8 persen dan Emil Elestianto 9,8 persen.

Sementara di posisi Cawagub Jatim, nama Emil berada di peringkat teratas dengan perolehan 30,8 persen, disusul Eri Cahyadi 6,3 persen, Puti Guntur 5,2 persen, Saifulah Yusuf (Gus Ipul) 4,8 persen, Anwar Sadad 4,5 persen, dan Kusnadi 4 persen.

Terkait elektabilitas partai politik di Jawa Timur, SSC menyebut 3 partai besar masih menguasai, yakni PDI Perjuangan, PKB dan Gerindra.

PDIP berada di posisi puncak dengan perolehan 27,2% untuk elektabilitas partai politik. Kemudian disusul oleh PKB dan Gerindra yang masing-masing mengantongi 19�n 11% di urutan kedua dan ketiga.

Mochtar W Oetomo, Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengungkapkan, peluang PKB dan Gerindra untuk menggeser PDIP di puncak masih terbuka lebar. Mengingat, swing voters masih 57,8%.

"Sebanyak 42,2 persen pemilih menyatakan mantap dengan pilihannya. Sebanyak 57,8 persen pemilih masih bisa merubah pilihannya. Ditambah margin of error, saya kira peluang PKB, Gerindra mendekat atau bahkan manyalip PDIP masih memungkinkan," jelasnya.

"Menariknya, di survei elektabilitas partai masih ada 14,3 persen yang belum menentukan pilihan atau menyatakan tidak tahu. Ini berarti masih ada peluang yang cukup besar untuk diperebutkan dan digarap oleh partai-partai lainnya," sambungnya. rko

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…