Studi: Penggunaan Mouthwash Tingkatkan Risiko Diabetes

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kebiasaan berkumur dengan mouthwash  bisa membawa risiko bagi kesehatan.
Kebiasaan berkumur dengan mouthwash  bisa membawa risiko bagi kesehatan.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Sebagian orang memiliki kebiasaan berkumur dengan mouthwash setelah menyikat gigi. Kebiasaan ini diyakini dapat menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan lebih optimal. Akan tetapi, sebuah studi terbaru menemukan bahwa kebiasaan berkumur dengan mouthwash juga bisa membawa risiko bagi kesehatan.

Studi yang dipublikasikan dalam British Dental Journal ini mengonfirmasi bahwa mikrobioma mulut memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh. Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa kebiasaan berkumur dengan mouthwash bisa berkaitan dengan peningkatan risiko prediabetes dan diabetes.

"Tim peneliti mengindikasikan bahwa penggunaan mouthwash setidaknya dua kali per hari bisa membunuh bakteri mulut yang baik," ungkap MedicalNewsToday, seperti dilansir BestLife.

Kondisi tersebut bisa berdampak pada berubahnya metabolisme gula darah dan terjadinya diabetes. Dampak ini bisa terlihat lebih signifikan pada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap diabetes.

Bila dibandingkan dengan partisipan yang tidak menggunakan mouthwash, partisipan yang menggunakan mouthwash minimal dua kali per hari memiliki risiko 55 persen lebih tinggi untuk mengalami prediabetes atau diabetes. Peningkatan risiko ini bisa terlihat dalam kurun waktu tiga tahun.

"Tidak ada hubungan antara penggunaan mouthwash kurang dari dua kali per hari dengan risiko prediabetes atau diabetes," pungkas tim peneliti dalam laporan.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tak bisa menggunakan insulin secara efektif. Insulin adalah hormon yang berperan dalam meregulasi glukosa atau gula darah.

Secara umum, diabetes bisa terbagi menjadi tiga macam. Ketiga macam diabetes tersebut adalah diabetes tipe 1, tipe 2, dan gestasional atau diabetes yang hanya terjadi sepanjang kehamilan. Jenis diabetes yang paling mendominasi adalah diabetes tipe 2 atau diabetes yang terjadi ketika tubuh tak bisa menggunakan insulin secara efektif.

"Diabetes merupakan penyebab langsung dari 1,5 juta kematian, dan 48 persen dari kematian akibat diabetes terjadi sebelum usia 70 tahun," ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, sebanyak 460 ribu kasus kematian akibat penyakit ginjal disebabkan oleh diabetes. Sekitar 20 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular juga disebabkan oleh diabetes.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), salah satu faktor risiko untuk diabetes tipe 1 adalah riwayat keluarga. Sedangkan beberapa faktor risiko untuk diabetes tipe 2 adalah riwayat keluarga, usia, serta pola makan dan gaya hidup.

Penurunan berat badan, meski hanya sedikit, bisa memangkas risiko diabetes tipe 2. Hal lain yang dapat membantu adalah olahraga secara rutin dan pola makan yang sehat.hlt/mtw

Berita Terbaru

Minat Menabung Menguat, Danamon Dorong Pertumbuhan Dana Nasabah dan Aktivitas Transaksi

Minat Menabung Menguat, Danamon Dorong Pertumbuhan Dana Nasabah dan Aktivitas Transaksi

Selasa, 06 Okt 2026 13:30 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 13:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Minat masyarakat untuk menyimpan dana sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan dan ketidakpastian ekonomi dinilai semakin m…

Aturan Sertifikasi Diabaikan, Seleksi Direksi Beresiko Cacat Prosedur

Aturan Sertifikasi Diabaikan, Seleksi Direksi Beresiko Cacat Prosedur

Selasa, 06 Okt 2026 12:37 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan - Proses seleksi calon Direksi Perumdam Lawu Tirta Kabupaten Magetan dinilai berpotensi cacat prosedur. Panitia Seleksi (Pansel) d…

Puluhan Dispensasi Kawin Diajukan di Magetan, Mayoritas Hamil di Luar Nikah

Puluhan Dispensasi Kawin Diajukan di Magetan, Mayoritas Hamil di Luar Nikah

Selasa, 06 Okt 2026 12:24 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat sebanyak 40 perkara dispensasi kawin sepanjang 2026, yang mana mayoritas permohonan diajukan…

Kabar Manis! Harga Jagung di Magetan Naik 27 Persen, Tembus Rp7.400 per Kg

Kabar Manis! Harga Jagung di Magetan Naik 27 Persen, Tembus Rp7.400 per Kg

Selasa, 06 Okt 2026 12:22 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sejumlah petani di Kabupaten Magetan kini mendapat kabar manis memasuki panen raya. Pasalnya, saat ini harga jagung pipil kering di…

Komitmen Tangani TB, Pemkab Bangkalan Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor Susun RAD-TB 2027

Komitmen Tangani TB, Pemkab Bangkalan Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor Susun RAD-TB 2027

Selasa, 06 Okt 2026 11:57 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Sebagai upaya dalam mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di wilayah setempat, khususnya Tuberkulosis (TB), Pemerintah…

Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan Stok BBM di Kota Madiun

Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan Stok BBM di Kota Madiun

Selasa, 06 Okt 2026 11:43 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun- Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan energi bagi masyarakat dengan memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran Bahan…