Dinkes: Pakai Obat Bebas, Perhatikan Efek Samping

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk memperhatikan efek samping obat sebelum dikonsumsi baik yang bisa dibeli bebas di toko obat berizin maupun sesuai resep dokter.

"Indikasi efek samping semua ada di kemasan obat," kata Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes DKI Hari Sulistiyono.

Menurut dia, ada beberapa tips yang diperhatikan sebelum mengonsumsi obat termasuk di antaranya soal efek samping. Adapun perhatian pertama, kata dia, di antaranya terkait komposisi atau kandungan obat. Selanjutnya, indikasi atau khasiat obat, dosis dan cara pakai.

"Dosis itu aturan pakai, kalau cara pakai itu, apakah diminum, lewat dubur (suppositoria) atau ada juga ditempel," imbuhnya.

Komponen penting yang diperhatikan adalah efek samping misalnya menyebabkan kantuk dan kontra indikasi yakni tidak bisa dikonsumsi oleh orang dengan kondisi tertentu misalnya ibu hamil.

"Kemudian tanggal kedaluwarsa. MGF itu tanggal produksi, kalau EXP itu tanggal kadaluarsa," ucapnya.

Adapun efek samping muncul tergantung kondisi tubuh masing-masing orang. Namun, apabila minum obat tiga kali sehari sesuai anjuran tim medis, kata dia, efek samping yang muncul masih dalam batas normal dan tidak berbahaya.

"Memang kalau terjadi efek perlu dilaporkan ke tenaga kesehatan dokter/apoteker," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dihentikannya konsumsi obat dalam bentuk sediaan sirop untuk sementara terkait gangguan ginjal akut, ia mendorong masyarakat mengonsumsi obat dalam bentuk tablet. Apabila diberikan kepada bayi, maka tablet tersebut digerus terlebih dahulu sehingga memudahkan dikonsumsi.

Baik obat sirop dan tablet, kata dia, memiliki khasiat yang sama apabila memiliki kandungan yang sama. Namun, sirop lebih cepat larut dalam tubuh karena memiliki zat tambahan hingga zat pemanis yang memudahkan larut.

Zat tambahan itulah, kata dia, yang saat ini sedang diinvestigasi oleh Kementerian Kesehatan, BPOM hingga Puslabfor dan instansi terkait lainnya terkait gangguan ginjal akut yang menimpa sebagian besar anak-anak berusia di bawah enam tahun.

"Saat ini untuk sementara penggunaan sirop dialihkan menggunakan tablet karena tablet dinyatakan relatif aman karena tidak mengandung etilen glikol dan dietilen glikol," ucapnya.hlt/obt

 

Berita Terbaru

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lewat kegiatan Festival Literasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berupaya mendorong minat baca siswa SD dan SMP,…

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Progres pembangunan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) di Kabupaten Jember kini telah rampung. Sebanyak 129 unit KDKMP…

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sesuai tahapan dan ketentuan perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah menyiapkan anggaran Rp450 miliar…

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi dua warga negara Thailand yakni AD (20) dan FK (19), keduanya dipulangkan ke negara asal setelah…

Buntut Antrean Panjang BBM, Polres Blitar Bekuk Penimbun BBM Jenis Pertalite dan Solar

Buntut Antrean Panjang BBM, Polres Blitar Bekuk Penimbun BBM Jenis Pertalite dan Solar

Kamis, 29 Okt 2026 11:10 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akal licik MSS 40 warga Desa Sumberjati Kec.Kademangan Kab. Blitar pelaku penimbum BBM Solar dan Pertalite bersubsidi harus…

Dinkes Situbondo Catat Kasus Influenza-Like Illness Alami Penurunan 22 Persen

Dinkes Situbondo Catat Kasus Influenza-Like Illness Alami Penurunan 22 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 10:52 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo mencatat kasus Influenza-Like Illness atau ILI di daerah itu mulai mengalami…