Kantornya Digeledah KPK, Bupati Bangkalan, Dinas Luar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

KPK Amankan Dua Koper dari Rumah Dinas Bupati Latif Imron

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Bangkalan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Senin (24/10/2022) kemarin. Penggeledahan ini diduga terkait tindak pidana korupsi berupa suap di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Sejak Senin (24/10/2022) semalam, lembaga antirasuah telah menetapkan tersangka perkara tersebut. Namun, KPK belum menjelaskan tersangka yang dibidik.

Penggeledahan KPK ini bersamaan dengan hari Ulang Tahun ke-491 Kabupaten Bangkalan. Menurut sumber di Polres Bangkalan, petugas KPK menggeledah sejumlah tempat di Bangkalan. Antara lain kantor Pemkab Bangkalan dan Pendopo Agung. Jumlah rombongan penyidik KPK ada 9 orang.

Dari informasi yang dihimpun, yang menjadi sasaran penggeledahan, yakni ruang kerja Bupati Bangkalan, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda), dan Asisten Bupati Bangkalan.

Dua petugas diantaranya mengamankan dua buah koper. Koper berwarna pink berukuran besar dan satu koper hitam berukuran kecil.

Sampai semalam, rombongan penyidik enggan memberikan komentar tentang kedatangannya ke rumah dinas (rumdin) Bupati Bangkalan Ra Abdul Latif Amin Imron tersebut. Para penyidik bungkam dan langsung memasuki mobil yang sudah terparkir di halaman pendopo.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkala AKP Bangkit Dananjaya mengatakan, pihaknya hanya diminta mengamankan penggeledahan tersebut. Ia tak mengetahui secara pasti kasus yang diikuti penggeledahan.

Salah satu anggota kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengaku, penggeledahan dilakukan di beberapa tempat. Di antaranya kantor Pemkab Bangkalan, Pendopo Agung Bupati Bangkalan, dan kantor Dinas Perdagangan. Ini peristiwa kedua penanganan kasus korupsi di Pemkab Bangkalan.

 

Keterangan Wakil Bupati

"Yang digeledah ruang bupati, wabup dan sekda," kata Wabup Mohni kepada media seusai penggeledahan.

Saat penggeledahan, Wabup Mohni dan Sekda Taufan Zairinsjah berada di lokasi, sedangkan Bupati Abdul Latif Amin Imron, kabarnya tugas dinas di luar kantor.

Wabup Mohni juga tidak menjelaskan secara detail terkait penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK di kantor Pemkab Bangkalan itu. Kabar yang berkembang di masyarakat, terkait kasus suap jabatan sejumlah organisasi perangkat daerah.

 

Geledah Rumdis Bupati

Salah satu lokasi yang digeledah adalah kantor pemerintahan Kabupaten Bangkalan. "Benar ada giat dimaksud," kata sumber di KPK saat dikonfirmasi, Senin (24/10/2022) sore.

Penggeledahan juga dilakukan di rumah dinas Bupati Bangkalan Ra Abdul Latif Amin Imron. Selain Pendopo Agung. Bahkan rumah pribadi Bupati di jalan KH Muhammad Holil Bangkalan, tak luput dari penggeledahan KPK.

Tak hanya itu, rumah pribadi Kepala Dinas berinisial NN di Kelurahan Pangiranan, Kecamatan Kota Bangkalan, juga digeledah. Dalam penggeledahan KPK disertai petugas kepolisian berpakaian lengkap.

Mereka memegang senjata api laras panjang. Petugas ini menjaga ketat di lokasi penggeledahan. Dari rumah dinas Bupati Bangkalan sekitar 15.30 WIB, KPK membawa dua koper berwarna hitam dan orange. Kemudian barang - barang tersebut langsung dimasukkan ke dalam mobil. Sementara itu dari rumah pribadi NN, KPK membawa dua buah koper.

 

Ayah Bupati Latif Imron

Tanggal 2 Desember 2014 lalu, Fuad Amin Imron, ayah Ra Abdul Latif Amin Imron, ditangkap aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu, Fuad dan ditangkap bersama dua orang stafnya. Fuad ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan di rumahnya di Bangkalan.

Menurut Wakil Ketua KPK saat itu, Adnan Pandu Praja, barang bukti penangkapan tersebut adalah uang Rp 700 juta. Dia menuturkan pemberian uang sudah dilakukan berkali-kali sejak Fuad menjabat Bupati Bangkalan dua periode.

Saat itu, Fuad Amin Imron divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Amin Imron meninggal dunia di RSUD Soetomo, Surabaya, September 2019. ham/bn/rmc

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…