SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat penurunan kinerja penjualan sebesar 6�n laba bersih anjlok sebesar 17% per kuartal III 2022.
Melihat laporan keuangan perseroan, SIDO membukukan penjualan Rp 2,61 triliun hingga September 2022. Sedangkan di periode sama tahun lalu, raihannya mencapai Rp 2,77 triliun.
Sementara itu, SIDO mencatat laba bersih Rp 720,44 miliar per September 2022. Angka ini turun dari Januari-September 2021 di Rp 865,49 miliar.
Direktur Perusahaan SIDO Leonard mengatakan penurunan penjualan 6 persen dan laba perusahaan 17 persen dalam 9 bulan pertama tahun ini disebabkan oleh normalisasi permintaan produk-produk kesehatan konsumen dari basis yang tinggi pada kuartal III 2021 karena adanya penyebaran varian Delta.
"Dalam perspektif jangka panjang, kinerja SIDO pun masih mencerminkan perusahaan yang sangat solid dengan CAGR dari 2019 sampai 20211 dua digit, yaitu 14% pada penjualan dan 25% pada laba bersih," kata Leonard melalui keterangan resminya, Rabu (26/10/202).
Namun, Sido Muncul mencatat peningkatan penjualan sebesar 37�n kenaikan laba bersih sebesar 83% pada kuartal ke-III dibandingkan dengan kuartal ke-II tahun 2022.
Jika dibandingkan dengan di kuartal kedua, pemulihan kinerja di kuartal tiga sudah sesuai dengan harapan perseroan. Sido Muncul masih optimistis permintaan masih akan bertumbuh.
“Dengan melihat peningkatan kinerja pada kuartal ke-III dibandingkan dengan kuartal ke-2, kami optimis permintaan akan produk kesehatan terutama herbal masih terus bertumbuh,” ujarnya.
Selain itu, perseroan juga masih mencatat posisi keuangan yang solid dan sehat, dengan kas neto sebesar Rp 858 miliar dan tidak memiliki pinjaman keuangan sehingga tidak ada paparan atas risiko kenaikan tingkat suku bunga ke depannya. Total aset bertumbuh 6% menjadi sebesar Rp 3,88 triliun pada 9 bulan pertama tahun 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,65 triliun. jk
Editor : Redaksi