Studi: Kesalahan Mandi Bisa Bahayakan Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Mandi merupakan kegiatan yang penting untuk menjaga kebersihan diri, namun ada cara mandi tertentu yang kurang tepat dan justru bisa membahayakan kesehatan. Sebuah studi mengeklaim bahwa tiga dari lima orang Inggris mandi dengan cara yang salah.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Sanctuary Bathrooms, yang menilai kebiasaan kamar mandi orang-orang di Inggris. Para peserta studi diminta untuk mencatat suhu air mandi selama dua pekan. Hasilnya, banyak peserta yang mandi dengan suhu air tinggi.

Menurut para ahli, suhu ideal untuk air yang dipakai mandi atau berendam adalah antara 36-40 derajat Celsius. Melebihi temperatur tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, peningkatan tekanan darah, mual, dan berbagai risiko lainnya yang merugikan kesehatan.

Berdasarkan studi, tiga dari lima orang Inggris mandi dengan air yang rata-rata suhunya 42 derajat Celsius. Direktur Sanctuary Bathrooms, James Roberts, memaklumi banyak orang ingin melakukan relaksasi dengan mandian air panas. Namun, mandi dengan air suhu tinggi dapat menempatkan tubuh di bawah tekanan atau memicu ketidaknyamanan.

"Karena itu, penting untuk meluangkan sedikit waktu untuk memastikan air yang dipakai lebih dingin sebelum menikmati berendam yang baik seperti yang disarankan para ahli, untuk menikmati mandi dan menjaga kesehatan kita," ujar Roberts, dikutip dari laman Daily Star, Ahad (30/10/2022).

Dokter dari Fox Pharmacy, Deborah Lee, menyampaikan konsekuensi kesehatan jika mandi dengan air yang suhunya terlalu tinggi. Selain sensasi panas, efek lain yakni hilangnya minyak alami dari kulit, sehingga membuat kulit menjadi kering, memerah, dan rapuh.  

Kulit pun bisa bereaksi berlebihan terhadap air panas dan menghasilkan terlalu banyak minyak untuk mengimbangi kekeringan. Jadi, jika seseorang pada dasarnya memiliki kulit berminyak, mandi air panas dalam waktu lama dapat memperburuk keadaan.

"Panas dari air membuka pori-pori dan menyebabkan kulit berkeringat, yang juga bisa mengakibatkan jerawat menjadi meradang. Itu juga dapat memicu kulit menua lebih cepat, menghasilkan garis-garis halus," ungkap Lee.hlt/mdi

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…