Kementan Beberkan Alasan Bulog Sulit Serap Beras dari Petani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan alasan Bulog kesulitan menyerap beras langsung dari petani. Padahal, saat ini ada 1,8 juta ton beras yang siap diserap.

Saat ini, cadangan beras pemerintah yang bisa diamankan Bulog mencapai 625 ribu ton, sementara target sampai akhir tahun nanti 1,2 juta ton.

Direktur Serealia Kementerian Pertanian Ismail Wahab mengatakan perbedaan harga yang ditawarkan Bulog dengan harga pasar cukup berbeda. Oleh sebab itu, sejumlah pengepul lebih memilih untuk menjual beras langsung pada konsumen.

"Kenapa Bulog tidak bisa memenuhi tambah stok, karena harga di luar sudah Rp 10.300 per kg, Bulog mau ngambilnya Rp 9.700," kata Ismail.

Ismail menuturkan, pihak penggilingan menyampaikan bahwa mereka lebih baik menjual kepada pengepul beras yang lain yang bisa membeli dengan harga di atas Rp 9.700.

"Saya kira wajar kalau orang punya barang akan pasarkan pada penawaran tertinggi," ujarnya.

Lebih lanjut, Ismail menambahkan bahwa stok beras nasional hingga saat ini sebanyak 8,05 juta ton. Dimana sebanyak 1.868.414 ton terdapat di penggilingan, 831.805 ton di pedagang, dan sisanya berada di rumah tangga.

Ismail menjabarkan bahwa 8 provinsi di Indonesia menyanggupi untuk menyediakan pasokan untuk pengadaan beras Bulog sebanyak 353.620 ton.

Adapun rinciannya, penggilingan di Jawa Tengah sebesar 32.150 ton, Jawa Barat 59.183 ton, Sulawesi Selatan 203.100 ton, DIY sebesar 8.850 ton, Jawa Timur 17.490 ton, Lampung 12.097 ton, Sumatera Selatan 20.750 ton, dan di DKI Jakarta sebesar 5.000 ton.

Bila harga beli Bulog bisa bersaing, menurut Ismail, target 1,2 juta di akhir tahun sebenarnya bisa dipenuhi karena pasokannya tersedia.

"Ada 8 provinsi yang coba kami rekap. Yang lain belum. Kalau yang lain dilanjutkan, kalau hanya ingin diserap Bulog sekitar 500 ribu sampai 1 juta ton saya kira adi di penggilingan," pungkasnya. jk

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…