Kesulitan Ekonomi, Ibu di Surabaya Tega Habisi dan Buang Bayinya Sendiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolsek Gayungan Surabaya Kompol Suhartono waktu rilis pengungkapan kasus pembuangan bayi, Jumat (16/12/2022).
Kapolsek Gayungan Surabaya Kompol Suhartono waktu rilis pengungkapan kasus pembuangan bayi, Jumat (16/12/2022).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Anggota Polsek Gayungan telah menangkap pelaku pembuang mayat bayi yang terbungkus kantong plastik di Jalan Menanggal V, Kecamatan Gayungan, Surabaya, pada Sabtu (10/12/2022) lalu. Bayi malang itu dibuang oleh ibu kandungnya sendiri bernama Mardiana (33).

Kapolsek Gayungan Surabaya Kompol Suhartono mengatakan pihaknya menangkap Mardiana pada Rabu (14/12/2022) setelah melakukan penyelidikan dari hasil olah TKP bersama Tim Inafis.

"Dari situ kami melakukan penyelidikan mencari saksi-saksi dan mendapat petunjuk dari keterangan saksi dan CCTV," kata Suhartono kepada awak media saat konferensi pers, Jumat (16/12/2022).

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku kesulitan ekonomi menjadi penyebab ia membuang anak keempatnya itu.

Mardiana mengaku membunuh bayinya karena tak sanggup memiliki anak lagi. Saat ini Mardiana masih memiliki 3 anak yang masih kecil. Selain itu, pelaku merasa sulit secara ekonomi karena hanya mengandalkan pekerjaan suami yang bekerja sebagai ojek online.

Wanita yang merupakan warga Bengkulu itu juga melahirkan seorang diri pada Kamis (8/12/2022) sekitar pukul 21.30 WIB di kamar kosnya yang berada di kawasan Jalan Menanggal.

Setelah melahirkan, Mardiana sempat membersihkan bayi dan memberinya ASI. Karena tidak menghendaki kelahiran bayinya, pelaku pun membuatnya meninggal.

Suhartono mengatakan bahwa pelaku sempat membunuh bayinya dengan membekap pakai tangan selama 5-10 menit di bagian hidung.

"Memang niat [membuang], karena tidak ingin punya anak lagi. Bayi itu dibekap selama 5-10 menit di bagian hidung dan mulutnya menggunakan tangan kosong sebelah kanan," jelas Suhartono.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku menyimpan jenazah bayinya ke keranjang pakaian dan ditutup dengan tas. Setelah dua hari jenazah bayi berada di rumah, pelaku berinisiatif untuk membuangnya pada Sabtu (10/12/2022). Jarak kos dengan lokasi pelaku membuang bayi sekitar 500 meter dan ditempuh pelaku menggunakan sepeda.

"Setelah bayi meninggal, tersangka menyembunyikannya di keranjang pakaian selama 2 hari, sebelum dibuang di samping warkop daerah Menanggal,"ujarnya.

Suhartono mengungkapkan, selama mengandung, Mardiana mengelabui tetangga dan orang di sekelilingnya dengan mengaku terjangkit tumor ganas di perutnya akibat malapraktik suntik KB.

"Kalau ditanya, dia ngaku enggak hamil tapi terkena tumor. Dengan alasan itu, pelaku menjelaskan ke suaminya, ini akibat dari suntik KB, makanya pembengkakan," ucapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian, sepeda, tas untuk membuang bayi, gunting, selimut, dan kantong plastik untuk membungkus bayinya.

Atas perbuatannya, Mardiana ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 341 KUHP subsider Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dan diancam dengan hukuman pidana paling lama 10 tahun penjara. ari

Berita Terbaru

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan …

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Ikatan…

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan, di musim kemarau yang panjang ini,…

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Setelah debit sumur warga terus menurun saat musim kemarau panjang, kini sedikitnya 50 desa di 12 kecamatan di Kabupaten…