SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Guna memacu pertumbuhan ekonomi serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya resesi global, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) menggelar Bussiness Matching di Pendopo Sabha Krida Tama, Rumah Rakyat, Senin (26/12) siang.
Acara yang dibuka Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari ini dihadiri sejumlah nara sumber hebat, diantaranya Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo, Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Jawa Timur Erivina L. Kristian dan Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur) Bank Indonesia Petrus Endria.
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sambutannya mengatakan Kota Mojokerto memiliki potensi IKM/UKM yang jumlahnya lebih dari 10 ribu.
"Ini adalah potensi kekuatan yang harus kita kelola dengan baik sehingga menjadi satu komponen yang bisa berkontribusi kuat dalam mempertahankan ekonomi Kota Mojokerto tetap tumbuh di atas 5 persen," tegasnya.
Untuk itu, ujar Ning Ita, forum ini digelar untuk memberikan fasilitas bagi pelaku usaha maupun seluruh penyedia jasa agar bisa ditautkan dalam sinergi, kerjasama dan gotong royong menguatkan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto.
"Marilah kita samakan persepsi untuk saling menguatkan satu sama lain menyongsong kondisi ekonomi global yang masih unpredictable. Kita harus memiliki harapan yang cerah bagaimana sektor bisnis tahun depan tetap tumbuh di tengah kondisi pandemi yang belum sepenuhnya usai," serunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan tujuan dari bussines matching ini adalah untuk mengembangkan produk IKM (Industri Kecil Menengah) Kota Mojokerto khususnya komoditi Batik, Alas kaki, Makanan dan minuman, dan Craft sebagai upaya penetrasi ke pasar lokal maupun regional.
"Kegiatan ini juga untuk mensosialisasikan peningkatan penggunaan produk dalam negeri khususnya produk lokal Kota Mojokerto. antara lain, Batik khas Kota Mojokerto agar dipakai utk seragam di Kantor, Perusahaan, Hotel dan Resto," jelasnya.
Masih kata Ani, Bussiness Matching ini juga ditujukan agar IKM di Kota Mojokerto menjadi naik kelas dan mampu bersaing secara global sehingga mempercepat peningkatan pemulihan ekonomi Kota Mojokerto.
Dalam kesempatan tersebut, Diskopukmperindag Kota Mojokerto yang menaungi Bidang Perdagangan, Perindustrian, Bina Usaha, dan bidang Koperasi juga memberikan fasilitas dan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai fasilitasi hingga kompetisi.
Diantaranya yakni Fasilitasi Merk, Fasilitasi Halal dan Fasilitasi Uji Nuteisi. Juga diserahkan Penghargaan Koperasi Naik Kelas, Pemenang Entreprenuership Award Kota Mojokerto tahun 2022 dan Penyerahan Penghargaan Sistem Informasi Industri Nasional. Dwi
Editor : Redaksi