Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti Dorong Pemkot Lakukan Strategi Inovatif Percepat Pengentasan Kemiskinan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 12 Feb 2023 19:19 WIB

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti Dorong Pemkot Lakukan Strategi Inovatif Percepat Pengentasan Kemiskinan

i

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Reni Astuti saat melakukan peninjauan ke beberapa rumah warga miskin di Surabaya. 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masalah kemiskinan di Surabaya masih cukup tinggi, tercatat 219 ribu keluarga miskin (gakin) dan 248 ribu pramiskin. Maka dari  Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Reni Astuti mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melancarkan strategi inovatif demi percepatan mengentaskan kemiskinan.

Tema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2023 ini adalah peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemenuhan kebutuhan sosial berkelanjutan. 

Baca Juga: DPRD Kota Surabaya Apresiasi Pemasangan PJU di Kampung-Kampung 

Penanganan kemiskinan termasuk di poin kedua. Menurut Reni Astuti mengambil tema di bidang sosial merupakan langkah yang tepat. Dimana Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu fokus Pemkot tahun ini dengan langkah signifikan. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo menuju 2024 dengan zero kemiskinan ekstrem. Di Surabaya, jumlah kemiskinan ekstrem tercatat sebanyak 23.530 warga. 

Baca Juga: Datangi Kantor DPRD Surabaya, Relawan Tuntut AH. Thony Maju Calon Walikota Surabaya di Pilwali 2024

“Arahan pusat adalah untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem. Itu bagus. Tapi, jangan lupa ada juga gakin dan pramiskin yang juga harus dientaskan. Mereka harus mendapat intervensi pemerintah, termasuk warga pramiskin. Jangan sampai, warga pramiskin ini dibiarkan sehingga masuk sebagai gakin dan berpotensi menambah jumlah kemiskinan ekstrem,” ungkap Reni Astuti kepada awak media di ruang kerjanya jumat (10/2). 

Reni menjelaskan, setiap reses dan kunjungan ke warga, ia selalu mendapati masalah klise. Yakni, perihal kemiskinan warga dan harapan mereka untuk mendapatkan bantuan merata. “Salah satu yang menjadi persoalan adalah terkait data. Misalnya, stiker keluarga miskin. Masih ada penerima manfaat yang belum mendapatkannya. Ada juga yang kondisinya sangat tidak mampu namun belum masuk data gakin,” ujar Reni. 

Baca Juga: Minta Pemblokiran KK Jangan Timbulkan Problem Baru

Pada Januari tahun lalu, saat gakin masih disebut bagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), jumlah warga gakin 1,3 juta jiwa. Lantas, dilakukan kalibrasi data, di tahun yang sama menurun jadi 638.616 warga. Akhir tahun lalu, Pemkot melibatkan Kader Surabaya Hebat, pejabat kelurahan, RT, dan RW untuk melakukan pengecekan lapangan. Dari 638 ribu, menjadi 219 ribu gakin dan 248 ribu pramiskin. Pengecekan menggunakan indikator kemiskinan nasional. Alq

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU