Psikiater: Penyebab Orang Tega Lakukan Kekerasan Seksual

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sejumlah pemberitaan mengenai kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak membuat banyak pihak khawatir. Menurut psikiater dr Lahargo Kembaren SpKJ, berbagai kasus yang terjadi di berbagai tempat menunjukkan bahwa saat ini Indonesia mengalami darurat kekerasan seksual.

Pertanyaannya, bagaimana pelaku bisa tega untuk melakukan hal tersebut? Menurut Lahargo, hal itu butuh pemeriksaan lebih lanjut. "Untuk mengetahui apa penyebabnya, perlu dilakukan pemeriksaan psikiatri terstruktur sehingga dapat diketahui profil kepribadian dan kondisi kejiwaannya," kata Lahargo.

Lahargo menjelaskan, perilaku kekerasan atau agresivitas adalah sebuah proses kompleks yang terjadi di dalam otak. Ada proses neurobiologis yang menyebabkan suatu perilaku kekerasan terjadi. Kerusakan pada sirkuit saraf di otak dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pada dua area otak.

Jika bagian otak pre frontal cortex terganggu, seseorang akan gagal menjalankan fungsi mengontrol perilaku dan mengendalikan diri. Begitu pun jika bagian otak amigdala terganggu. Saat ada sedikit pemicu, seseorang bisa langsung menjadi emosional. Kondisi itu berujung pada terjadinya sebuah perilaku kekerasan atau agresivitas.

Ada sejumlah hal yang dapat menyebabkan sirkuit otak terganggu dan memunculkan perilaku kekerasan. Bisa karena faktor genetik dalam keluarga dengan riwayat perilaku kekerasan, adanya tumor otak atau trauma kepala, serta gangguan metabolik dan penyakit fisik.

Konsumsi alkohol dan penyalahgunaan narkoba juga dapat jadi pemicunya. Demikian pula riwayat menjadi korban kekerasan di masa silam, baik verbal, fisik, maupun seksual. Menyaksikan perilaku kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, atau lingkungan sekitar, juga bisa membuat seseorang menjadi pelaku.

Penyebab lainnya yaitu menjadi korban bullying, atau kerap terpapar konten kekerasan dari film, gim, media sosial, Youtube, serta acara televisi. Kemungkinan penyebab lain yakni stressor psikososial dalam kehidupan sehari-hari, baik itu masalah keuangan, pertengkaran, perceraian, pendidikan, atau situasi tempat tinggal yang tidak menyenangkan.

Nyatanya, siapa saja bisa menjadi pelaku kekerasan seksual, tidak terpaku pada gender tertentu. Untuk mencegah perilaku kekerasan, hindarkan anak dari perlakuan kekerasan. Lahargo menganjurkan memberikan pendidikan seksual pada anak, juga identifikasi dini dan penanganan pada anak yang melakukan perilaku kekerasan.

Perhatikan pula paparan media seperti televisi, internet, media sosial, gim, hingga film. Jangan sampai, berbagai paparan itu memuat sesuatu yang mengandung konten kekerasan atau bernuansa seksual. Libatkan anak dalam aktivitas fisik yang positif, seperti olahraga, musik, organisasi, dan kegiatan kerohanian. Komunikasi dan kedekatan antara orang tua dan anak pun sangat penting.

Menurut Lahargo, orang tua memegang peran penting terhadap munculnya perilaku kekerasan oleh anak. Ayah dan ibu perlu memastikan anak tidak terpapar oleh berbagai peristiwa atau tontonan kekerasan yang dapat mengganggu otaknya sehingga muncul perilaku yang tidak diharapkan.hlt/kkl

Tag :

Berita Terbaru

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Warga Desa Tanjung, Kec. Udanawu, Kab. Blitar, kemarin sore (Jumat, 7 Agustus 2026) sekitar pukul 16.00 dikejutkan dengan adanya s…

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Warga di sekitar kawasan industri Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dibuat panik oleh suara dentuman keras yang terjadi berulang k…

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Kabupaten Sidoarjo, m…

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…