Bahaya Kebiasaan Dengarkan Musik Secara Keras

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Bahaya Kebiasaan Dengarkan Musik Secara Keras

 Saat sedang menonton konser atau festival musik, upayakan pula untuk tak berdiri di depan speaker.

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sekitar 35 persen pasien tinitus menilai gangguan pendengaran mereka berkaitan dengan sebuah kebiasaan yang mereka lakukan di masa muda. Kebiasaan tersebut adalah mendengarkan musik dengan suara yang keras.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah survei yang melibatkan 1.000 orang dewasa. Para orang dewasa yang menjadi responden telah berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki gangguan pendengaran.

Berdasarkan survei ini, sekitar 35 persen responden merasa gangguan pendengaran mereka berkaitan dengan kebiasaan mendengarkan musik keras di masa muda. Selain itu, sebanyak 22 persen responden mengungkapkan bahwa kondisi pendengaran mereka paling dipengaruhi oleh paparan suara musik yang keras di festival musik atau pertunjukan musik.

Sebanyak 82 persen responden juga menyadari bahwa mereka kerap mengabaikan kondisi pendengaran mereka ketika muda. Sekitar 48 persen responden berharap mereka bisa menjaga pendengaran dengan lebih baik sejak dini.

Survei juga menunjukkan, 61 persen responden mendengar bunyi dering di telinga mereka setelah sebuah pertunjukan musik. Bunyi dering di telinga merupakan salah satu tanda awal dari tinitus.

"Tinitus adalah ketika Anda mendengar bunyi dering atau bunyi lainnya di salah satu atau kedua telinga," ujar Mayo Clinic melalui laman resminya.

Bunyi tersebut bukan berasal dari luar dan orang lain tak bisa mendengarnya. Dalam kasus yang berat, tinitus bisa mengganggu aktivitas keseharian.

Survei terbaru dari Specsavers dan Tinnitus Week ini menunjukkan bahwa lingkungan yang bising turut memengaruhi risiko seseorang terhadap masalah tinitus. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati sebelum memasuki area yang bising.

"Anda sebaiknya selalu mempertimbangkan cara untuk melindungi pendengaran Anda sebelum memasuki lingkungan berisik," kata chief audiologist di Specsavers, Gordon Harrison, seperti dilansir Express, Senin (13/2/2023).

Salah satu cara melindungi pendengaran di lingkungan bising adalah dengan menggunakan pelindung pendengaran serta ear plug. Saat sedang menonton konser atau festival musik, upayakan pula untuk tak berdiri di depan speaker.

"Dan latih kewaspadaan saat mendengarkan (musik) dengan headphone," kata Harrison.

Agar kegiatan mendengarkan musik dengan headphone tetap aman, Harrison menganjurkan agar volume suara tidak dipasang melebihi 60 persen. Selain itu, penting juga untuk mengistirahatkan telinga dari headphone secara berkala.

"Paparan kebisingan merupakan salah satu penyebab tunggal terbesar dari tinitus yang bisa dicegah," ujar Interim Chief Executive Tinnitus UK, Caroline Savage.

Savage turut mengingatkan pentingnya menggunakan pelindung pendengaran di tengah suasana bising. Meski hanya dua menit berada di lingkungan bising, penggunaan pelindung pendengaran tetap dianjurkan.

Perlu diketahui pula bahwa paparan suara bising bisa ditemukan dalam berbagai kondisi, selain di area konser dan festival musik atau dari headphone. Bekerja di industri tertentu juga dapat membuat orang-orang lebih rentan terpapar suara bising dan perlu menggunakan pelindung pendengaran.

"Paparan terhadap suara bising bisa merusak saraf-saraf di telinga," ujar Mayo Clinic. Hlt/msk

Tag :

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…